Saat ini, kejahatan siber makin beragam jenisnya. Agar tak merugi, kata Arief Wicaksono, Praktisi Usaha dan Perbankan, langkah memilih dan memilah sebuah informasi penting dilakukan sebelum meyakini apalagi berbagi.
“Tidak hanya penyebaran hoaks, tapi marak juga penipuan online atau phising sampai pemerasan,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi berbagai kejahatan itu butuh kebijaksanaan para pengguna digital. “Kita perlu lebih bijak ketika menggunakan internet, misalnya agar terhindar dari hoaks, cobalah selalu tahan jempol ketika mendapatkan informasi di internet, melakukan pengecekan kebenaran dan sumber informasi dulu, jangan asal share,” ujar Arief.
Sedangkan untuk menghindari phishing, lanjut dia, segera sudahi akses konten-konten ilegal situs dan penyedia konten ilegal gratis. “Karena konten ilegal itu dibayar dengan resiko pengguna, contoh nyatanya adalah ancamannya adware dan malware,” ujar dia.
Dia mendorong agar pengguna digital tak mudah tergiur dengan penawaran harga miring atau bahkan gratis suatu produk. Karena terkadang itu merupakan pancingan untuk menarik korban. “Seperti penawaran barang black market, software berbayar gratis,” ujar Arief.
Memperkuat pengamanan terhadap perangkat maupun akun yang digunakan menjadi hal yang diimbau Arief. Sebab, banyak akibat buruk menanti bila keamanan itu lemah. Mulai akun berhasil diretas, perangkat terinfeksi malware, pencurian data, atau harta.
“Langkah pencegahannya gunakan anti-virus legal atau resmi dan kontrol privasi sebab kejahatan siber tidak hanya mengancam perangkat namun juga bisa mengancam individu,” kata Arief.
Menurutnya, kebocoran data pribadi dan privasi bisa berakibat fatal juga. Akibat kontrol privasi yang lemah identitas bisa digunakan oleh orang lain, terjadi pengancaman atau pemerasan dan aksi teror.
“Langkah pencegahannya batasi data yang bisa diakses orang lain, jangan buat konten digital yang kurang pantas dan rutin melakukan peninjauan ulang privasi,” ujar dia.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).






