Tips dan Trik Menjadi Content Creator

Saturday, 10 July 21 Venue

Di tengah konvergensi digital yang membuat arus informasi menjadi semakin cepat dan kemunculan teknologi, lahir profesi baru seperti content creator atau influencer. Profesi yang makin digemari milenial ini pun bisa menjadi cara untuk menciptakan budaya positif di dunia digital melalui konten yang bermanfaat dan inspiratif.

“Peran serta generasi milenial di sini bisa mendistribusikan konten positif, yang melawan hoaks. Sambil membuat konten milenials juga dapat ikut menumbuhkan perekonomian lewat industri kreatif,” kata Dendy Muris, Dosen Komunikasi dari Instirut Komunikasi dan Bisnis LSPR dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa tips dan trik untuk milenial yang ingin menjadi content creator. “Seperti memperhatikan praproduksi, proses, hingga pascaproduksi,” ujar dia. Seorang content creator, lanjut dia, juga membuat personal branding yang akan memengaruhi bagaimana audiens melihatnya saat tampil di publik.

BACA JUGA:   Curhat di Medsos, Ini Dampak Negatifnya

Saat ini, kata Dendy, bentuk konten juga sudah semakin spesifik, karena itu seorang content creator harus tahu target audiens mereka dan platform yang dipilih. “Seorang content creator juga jangan asyik sendiri, namun harus memaksimalkan partisipasi dari audiens misalnya dengan membuat kuis, give away, serta jangan lupa untuk membalas komentar.”

Menurutnya, partisipasi audiens menjadi salah satu tolak ukur berhasil tidaknya sebuah konten. “Jadi, maksimalkan,” katanya.

Dia mengharapkan, para generasi milenial untuk bijak saat membuat konten serta memakai sosial media dengan berpedoman pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sehingga budaya digital yang tercipta adalah lingkungan yang sehat dalam berinternet. 

BACA JUGA:   Cara Mengantisipasi Penipuan Online

Generasi milenial atau Generasi Y merupakan kelompok manusia yang lahir pada periode tahun 1980-1997, sedangkan generasi Z adalah generasi yang lahir di atas 1997. “Generasi ini cenderung cinta kebebasan, suka mencoba pengalaman baru, doyan liburan, antusias bergabung dengan komunitas dan senang tampil di depan publik,” kata Dendy. Melihat dinamika perilaku generasi Z begitu unik, menurutnya, generasi ini memiliki peran besar pada era digital untuk membanjiri internet dengan konten positif.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Tiga Hal Yang Tak Boleh Diumbar ke Medsos

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).