Kemajuan teknologi membawa kebiasaan baru untuk masyarakat Indonesia, mulai dari telepon genggam dan kemajuan teknologi internet. Kedua hal ini, kata I Putu Dody Lesmana, Dosen Informasi & Teknologi Universitas Jember, memunculkan satu kebiasaan baru yakni aktivitas belanja online.
“Fenomena belanja online ini memberikan banyak dampak positif, mulai dari semakin mudahnya menjual barang, menggerakkan roda perekonomian suatu daerah, sampai-sampai mempermudah pengusaha kecil untuk menjual barangnya di dunia maya,” tutur dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (23/9/2021).
Namun, lanjut dia, terdapat juga dampak negatif dari fenomena belanja online ini. “Beberapa diantaranya menjadi banyak saingan, sulitnya mengendalikan pajak penjualan, sampai menjamurnya barang-barang dengan kualitas rendahan yang hanya mengedepankan harga murah,” ujarnya.
I Putu Dody mengatakan, terdapat beberapa kerugian dan keuntungan dari belanja online, yaitu:
Keuntungan Belanja Online:
- Mudah Tidak Perlu Keluar Rumah
Keuntungan belanja online yaitu sangat memudahkan untuk berbelanja. Tak perlu ke sana ke mari untuk melihat berbagai barang yang sedang dicari. Selain itu, bisa mencari tahu stok yang ada di katalog pedagang online tersebut. “Untuk yang mageran dan malas berinteraksi banyak dengan manusia, belanja online memang paling cocok,” kata dia.
- Praktis di Mana Saja Kapan Saja
Tak perlu ribet mencari parkir di mal, menghadapi macetnya jalanan, ataupun panas-panasan menaiki kendaraan umum. Keuntungan belanja online selanjutnya adalah sangat praktis sehingga bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. Baik itu di rumah, kantor, maupun di perjalanan menuju atau pulang kantor. Pagi, siang, ataupun malam, toko online akan selalu buka dan bisa melihat produk-produk yang tersedia di dalamnya.
- Banyak Diskon yang Tersedia
Di zaman sekarang, banyak startup yang bekerja di bidang e-commerce belanja online yang menyediakan berbagai diskon belanja online, ini pun menjadi salah satu keunggulan belanja online! Mulai dari cashback belanja, promo khusus belanja online, sampai promo gratis ongkos kirim bisa kamu dapatkan bila berbelanja secara online.
- Pilihan Bervariasi
Variasi menjadi keuntungan lain dari belanja online. mulai dari ukuran, warna, model, sampai dengan merek, hampir semuanya tersedia di situs belanja online. “Misalkan kamu hanya cocok terhadap satu merek, bisa mengunjungi toko online merek tersebut dan mencari kebutuhan di toko online resmi mereka, tanpa perlu repot mengunjungi tokonya langsung,” kata dia.
Kerugian Belanja Online:
- Barang Tidak Sesuai Sehingga Tidak Bisa dicoba
Salah satu hal yang menyebalkan dari belanja online adalah tidak bisa mencoba secara langsung barang yang ingin dibeli, sehingga hanya mengandalkan sizing chart yang disediakan toko tersebut. “Memang membantu sih, tapi tetap ada kemungkinan ketika dikenakan di tubuh, eh malah nggak cocok!” ujar I Putu Dody.
- Rawan Penipuan
Tidak sedikit korban penipuan belanja online yang mengatasnamakan brand tertentu atau toko online yang menjanjikan barang akan segera dikirim setelah transaksi dilakukan. bahkan, ada juga pembeli yang berniat untuk menipu pemilik toko online dengan cara mengirimkan bukti transfer palsu.
- Tidak Bisa Langsung Pakai
Waktu pengiriman menjadi musuh utama para pelanggan toko online. Kadang tidak bisa mengandalkan kurir atau ekspedisi karena tak hanya kita yang menggunakan jasa pengiriman tersebut. Akan ada berbagai risiko seperti paket tertahan, paket yang terlambat datang, sampai dengan salah kirim paket.
- Terlalu Banyak Distraksi
Saking banyaknya produk yang tersedia di toko online menjadi distraksi untuk mencari barang yang sebenarnya dibutuhkan. Tak ayal, distraksi-distraksi ini malah akan membuat membeli hal-hal yang seharusnya tidak dibutuhkan, bahkan melewatkan barang yang dari awal sedang butuhkan.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





