Untung Rugi Gunakan Paylater

Friday, 23 July 21 Venue

Pandemi Covid-19 meningkatkan penggunaan paylater di masyarakat lebih dari 10x per bulan atau bertambah sekitar 22,52%. Paylater diminati sebagian besar orang karena digunakan untuk membeli produk di e-commerce (62,41%), untuk aplikasi ride hailing seperti ojek online (31,28%). Sisanya, sebanyak 3,23% menggunakan paylater sebagai platform financial technology.

“Enam alasan masyarakat menggunakan fitur paylater karena alasan kedaruratan, untuk membeli barang selain keperluan bulanan, untuk belanja dengan cicilan jangka pendek, memanfaatkan promo, alasan pengelolaan keuangan, dan hal lainnya,” kata Leni Fitriani, RTIK Garut, dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (22/7/2021).

Leni mengatakan, keuntungan menggunakan paylater yaitu prosesnya cepat dan lebih praktis, tenornya juga bervariasi hingga satu tahun, dan banyak promo menarik yang digunakan. Namun, lanjut dia, di samping keuntungan, terdapat kerugian penggunaan paylater.

“Seperti pemborosan, menambah hutang, pengelolaan keuangan jadi berantakan, ancaman keamanan identitas karena dalam pengajuannya membutuhkan foto selfie dengan identitas, terdapat bunga dan denda yang berlaku, serta menurunnya skor kredit,” ujarnya.

BACA JUGA:   Rentan Merusak, Ini Jenis-Jenis Serangan Siber

Menggunakan paylater, kata Leni, pun harus bijak. Saat mengajukan paylater harus melalui platform legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan meremehkan besaran bunga dan tenor pelunasannya, menggunakan di situasi darurat, serta tidak mudah tergiur promo.

Selain itu, lanjut dia, agar aman bertransaksi dengan paylater yaitu berhati-hati dengan phising, menggunakan PIN berbeda pada setiap akunnya, dan tidak memberikan data pribadi kepada orang tak dikenal.

BACA JUGA:   Menghadapi Kesenjangan Transformasi Digital

Phising merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran yaitu, data pribadi, data akun, dan data finansial.

Cara menghindari phising, menurut Leni, dengan melakukan pengecekan akun-akun dan membuat  bookmark secara rutin, jangan mengklik tautan link di SMS dan email yang mencurigakan, mengubah password secara berkala, dan selalu waspada setiap mendapat pesan dari orang yang tidak dikenal.

“Kemudian, pahami modus dengan On Time Password (OTP),” kata dia. OTP merupakan kode yang dikirimkan lewat SMS/email/Whatsapp untuk memperkuat otentikasi awal ketika memasukkan ID dan password.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Mengamankan Aset di Dunia Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).