Tahun 2020 membawa banyak dampak dan perubahan dalam banyak aspek, salah satunya dalam ekosistem bisnis saat Pandemi Covid-19. Perilaku berbelanja dan kebutuhan konsumen bergeser.
“Dari yang tadinya menjalankan bisnis secara konvensional, mereka beralih ke platform online pun kini menjadi medium utama untuk berjualan,” kata Yoseph Hendrik Maturbongs, Goverment 2.0 Indonesia at PT Cyber Gatra Loka dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/7/2021).
Perubahan ini, lanjut dia, tentu menciptakan peluang-peluang baru bagi pelaku bisnis. “Bagi kamu yang menjalankan atau berencana untuk membangun bisnis, dibutuhkan kemampuan untuk bisa melihat peluang dan menganalisa kebutuhan masyarakat agar perencanaan bisnis bisa tepat.”
Saat ini, kata Yoseph, membangun bisnis harus lebih kreatif. Menurutnya, bisa memulainya dengan menerapkan empat aspek krativitas seperti keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungan, langkah-langkah proses kreatif yang diterapkan dalam pengembangan, kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru, dan dorongan internal maupun external untuk menimbulkan hasrat mencipta.
Dia pun memperkirakan bisnis apa saja yang kira-kira akan banyak dicari konsumen di tahun ini dan dapat dijadikan sebagai usaha. Menjual barang antik, produk daur ulang, desain case handphone, jasa penulis online, kursus online, toko fashion hewan, jastip produk, penyewaan perlengkapan bayi, camilan unik, terrarium, penyewaan kostum, serta sayuran dan bahan makanan siap masak adalah beberapa di antaranya.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





