BerandaNewsStatus Bencana Dicabut, Kunjungan Turis Dikebut

Status Bencana Dicabut, Kunjungan Turis Dikebut

Published on

spot_img

KEK Tanjung Lesung menjadi magnet pariwisata di Provinsi Banten, khususnya di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. KEK Pariwisata ini mempekerjakan ratusan karyawan yang menjadi tulang punggung keluarganya, baik secara langsung dan tidak langsung menghidupkan begitu banyak pedagang, pengusaha kecil, dan menciptakan lapangan pekerjaan di dalam kawasan dan sekitarnya.

Wilayah Tanjung Lesung dan sekitarnya dilanda bencana tsunami pada 22 Desember 2018. Wilayah pariwisata terpopuler di Provinsi Banten itu pun, mulai dari Pantai Anyer hingga Tanjung Lesung, mengalami dampak penurunan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saat bencana tersebut terjadi, tingkat hunian penginapan di wilayah itu hanya 5 persen.

BACA JUGA:  Roemah Indonesia bersama Kopi Tuku Lakukan Ekspansi ke Belanda

“Pada kunjungan kerja ketiga saya ke Banten, pada 12 Februari 2019, tingkat huniannya sekitar 10-30 persen. Padahal, normalnya sekitar 50-60 persen. Berarti ada penurunan hampir 50 persen,” ujar Arief Yahya saat mengunjungi KEK Tanjung Lesung pada 1 April 2019.

Untuk memulihkan kondisi pariwisata di Banten, Kementerian Pariwisata menjalankan 49 kegiatan untuk pemulihan pariwisata Selat Sunda, yang terbagi menjadi sepertiga kegiatan untuk bidang SDM, sepertiga untuk bidang pemasaran, dan sepertiga untuk pemulihan destinasi.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari Level 3 (Siaga) menjadi Level 2 (Waspada). Radius amannya pun berkurang, dari 5 kilometer menjadi 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA:  Pusat Aplikasi Visa Italia Hadir di Jakarta, Berikan Kemudahan bagi Wisatawan

Arief Yahya pun berani menyatakan bahwa kini Selat Sunda telah aman untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. “Semoga pengumuman ini menjadi titik balik pariwisata Selat Sunda,” ujar Arief Yahya.

Penurunan status tersebut sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Hal itulah yang terjadi pada Bali saat terjadi bencana Gunung Agung. Arief Yahya mengatakan, status bencana yang ditetapkan oleh pemerintah, meskipun Gunung Agung berada sangat jauh dari pusat wisata di Denpasar, menyebabkan pariwisata Bali secara keseluruhan terpuruk.

BACA JUGA:  Perjuangan 28 Tahun, Garuda Wisnu Kencana Siap Jadi Magnet Dunia

Bahkan, Cok Ace yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pariwisata Bali, menyampaikan bahwa kondisi Bali saat itu lebih buruk daripada saat terjadi Bom Bali. Itu akibat pemberitaan media dan status siaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Begitu status tersebut dicabut, kunjungan ke Bali tiap bulannya mulai meningkat. Pada Januari mulai mencapai 70 persen, Februari 90 persen, Maret 95 persen, dan April diproyeksikan sudah kembali 100 persen jumlah kunjungan wisatawan mancanegaranya. Hal inilah yang sekarang diharapkan terjadi di Banten,” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya pun berani menetapkan target KEK Pariwisata Tanjung Lesung akan dikunjungi satu juta wisatawan mancanegara tiap tahunnya, dengan devisa US$1 miliar.

spot_img

Destinasi Long Weekend Idul Adha 2026, Momentum Ideal untuk Incentive Trip dan Small-Scale MICE

Jakarta, Venuemagz.com - Pekan ini jadi salah satu momen long weekend yang paling dinanti...

Swiss-Belhotel Sambut Libur Sekolah dengan Banjir Diskon dan Fasilitas Anak

Jakarta, Venuemagz.com - Grup manajemen perhotelan global, Swiss-Belhotel International (SBI), terus menghadirkan inisiatif baru...

Nakhoda Baru Ascott Jakarta: Wissam Aboujaoude Siap Bawa Perspektif Global dalam Pelayanan 

Jakarta, Venuemagz.com - Ascott Jakarta memperkenalkan General Manager terbarunya yang dijabat oleh Wissam Aboujaoude....

IPOS Siapkan Platform B2B Digital, Transaksi Akan Berlangsung Setiap Hari

Jakarta, Venuemagz.com -- Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana...

Tanjung Lesung, Calon Kiblat Festival Layang-Layang Asia

Sabtu 12 Mei 2018, Pantai Beach Club Tanjung Lesung tampak meriah, tidak seperti hari-hari...