Ada Putri Duyung di Wake Beach Club & Resto

Friday, 18 May 18   73 Views   0 Comments   Nila Sofianty
Wake Beach Club & Resto

Bali sebagai salah satu kota tujuan turis utama di Indonesia bagi para wisatawan mancanegara dan domestik memang harus terus dinamis mencari ide-ide dan inovasi untuk terus eksis di kancah industri pariwisata dunia. Ide-ide dan inovasi baru ini tak hanya harus dilakukan pada sisi industri utama saat tengah menggelar meeting, incentive, conference dan exhibition saja, tetapi juga usaha penunjangnya pasca-gelaran acara MICE, semisal bisnis oleh-oleh, bisnis resto, dan atraksi. Oleh karenanya, sejumlah pelaku usaha terkait pariwisata di Bali tak jenuh-jenuhnya mencari ide baru untuk tetap membuat Bali terus memikat hati para wisatawan.

Seperti yang dilakukan oleh CEO sekaligus pemilik Wake Bali, I Ketut Purnama, saat memperkenalkan Wake Beach Club, yakni sebuah alternatif wisata baru di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, pada 12 Mei 2018 lalu. Meski baru soft launching, terlihat pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, terlihat antusias menikmati keindahan pantai “baru” yang tak kalah indahnya dari pantai terkenal di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian, dan Nusa Dua. Kehadiran Wake Beach Club & Resto ini menjadi alternatif baru bagi wisatawan leisure maupun wisatawan MICE untuk mengisi acara pra atau setelah acara.

Jika selama ini Gianyar begitu identik dengan pariwisata alam pegunungan dan desa lengkap dengan budayanya, maka Wake Beach Club & Resto menjadi tempat unik di pinggir pantai dengan beragam atraksi dan permainan plus suguhan makanan dan minuman. Wake Beach Club & Resto berada di salah satu pantai favorit bagi para surfer, yaitu Pantai Keramas, Gianyar.

Di lahan pinggir pantai itu dibangun beberapa fasilitas hiburan dan refreshing dengan deretan bean bed di pinggir pantai yang bisa dipakai pengunjung menikmati keindahan pantai dari sisi lain Pulau Dewata.

Karen Pantai Keramas berpasir hitam maka pihak manajemen sengaja memberikan sentuhan pasir putih di bawah bean bed agar terlihat kontras dengan pasir hitam natural Pantai Keramas. Sehingga pemandangan pantai saat dilihat pengunjung yang tengah bersantap di restoran dengan desain kapal menjadi pemandangan pantai yang unik dan berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Pulau Bali.

Para pengunjung juga dimanjakan dengan sajian menu lokal Bali hingga masakan Eropa. Menurut staf Business Development Wake Beach Club, I Nyoman Alit Arnata, menu yang mereka pilih adalah menu yang menjadi prioritas selera wisatawan saat ini. “Selain masakan Indonesia, termasuk kreasi seafood, kami juga menyediakan makanan western, di antaranya pizza dan beragam varian snack yang enak dan pas dinikmati saat bersantai,” ujar Alit Arnata.

Selain itu, tersedia kolam renang untuk dewasa dan anak-anak sehingga para wisatawan juga dapat mengajak keluarga bersantai di pantai ini. Kolam renang ini menghadap langsung ke laut lepas sehingga mata para pengunjung serasa berenang di tengah samudra luas. Ditambah lagi alunan beragam musik, termasuk reggae dan electronic dance music (EDM), yang diputar mampu membuat para pengunjung betah berlama-lama duduk di sini. Para pengunjung juga bisa menjajal mobil ATV selama sekitar 1-2 jam.

Tak hanya itu pihak manajemen pun tengah mencoba menghadirkan hiburan bagi para wisatawan yang tidak bisa didapatkan di pantai mana pun, yaitu atraksi Putri Duyung. Selain bisa berenang bersama, para putri duyung ini pun bisa diajak berfoto bersama.

“Kami senang bisa menjadi bagian yang mendukung pariwisata Bali, khususnya di Gianyar. Semoga kami bisa eksis terus dan menjadi alternatif pilihan bagi para wisatawan mancanegara dan domestik,” ujar Ketut Purnama.

Lokasi ini berjarak sekitar tak sampai 45 menit dengan berkendara dari Bandara Ngurah Rai Bali. Jalan masuk ke pantai ini dapat dicapai saat melintas di Jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Saat melihat penunjuk jalan Pantai Keramas, Anda balik arah ke kanan atau sisi selatan jalan kemudian mengikuti petunjuk arah yang tersedia menuju Wake Beach Club & Resto.