Amankah Perjalanan Kembali ke Bali Pasca Pandemi?

Thursday, 26 November 20 Bayu Hari
Pura Taman Ayun

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Garuda Indonesia melakukan program reaktivitasi pariwisata dalam bentuk Perjalanan Wisata Pengenalan “Kembali ke Bali”.  Program ini bertujuan untuk menyosialisasikan protokol CHSE  (Cleanliness, Health, Safety, Environment) serta menggeliatkan kembali sektor pariwisata Bali.

Menurut Ridwan Belu, perwakilan dari Kemenparekraf, program ini terbagi dari kurang lebih 24 trip yang diikuti oleh para influencer dan awak media massa. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat atau wisatawan yang ada di destinasi wisata agar tetap menerapkan protokol CHSE. Selain itu untuk membangkitkan kembali ekonomi Bali,” katanya.

Berdasarkan pemantauan VENUEMAGZ.com ketika mengikuti trip yang berlangsung pada 18-20 November 2020. Sektor pariwisata Bali mulai menunjukkan grafik positif, sejumlah obyek wisata, penginapan dan restoran telah kembali melayani wisatawan.   

Protokol kesehatan, mulai dari bandara, akomodasi, sampai obyek wisata telah diterapkan sesuai dengan panduan CHSE yang disusun oleh pemerintah. Di bandara misalnya, para penumpang wajib melampirkan surat kesehatan keterangan bebas COVID 19, dan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Kartu Kewaspadaan itu berisi identitas diri, destinasi tujuan, nomor penerbangan dan tempat duduk, serta keluhan kesehatan semisal demam, batuk pilek, dan sesak napas.

Selain itu, ketentuan jarak jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan (3M) serta cek suhu tubuh secara konsisten diterapkan mulai dari bandara, akomodasi, restoran dan obyek wisata yang ada di Bali. “Ini diharapkan akan membuat wisatawan aman dan nyaman ketika kembali melakukan perjalanan wisata,” kata Ridwan. 

Adapun obyek wisata yang sempat VENUEMAGZ.com kunjungi selama berada di Bali di antaranya adalah Pura Goa Gajah, soft trekking Jatiluwih, Pura Ulun Danu Brantan, dan Taman Ayun.