ASPERAPI Jawa Tengah Siap Jalankan Real Event di Akhir Juli

Tuesday, 07 July 20 Bonita Ningsih
candi borobudur
Pemandangan matahari terbit dilihat dari Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Dok. 123RF

Setelah Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) pusat resmi mengeluarkan protokol kesehatan bagi industrinya, anggota yang tergabung di dalamnya siap menggelar kembali event di era kenormalan baru. Salah satunya dilakukan oleh DPD ASPERAPI Jawa Tengah yang mengaku siap untuk menjalankan real event dalam waktu dekat.

Titah Listiorini, Ketua DPD ASPERAPI Jawa Tengah, mengatakan, pelaksanaan real event masih menunggu protokol kesehatan resmi dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Semarang. Jika semua aturan telah dikeluarkan, Titah berharap dapat menyelenggarakan real event di akhir Juli atau awal Agustus 2020.

“Standar Operasional Prosedur (SOP) dari industri kami ‘kan sudah ada, tinggal menunggu keputusan dari pemkot saja. Kalau kita sudah punya SOP, tetapi pemda belum mengizinkan, ya tidak akan bisa,” ujar Titah.

Di awal pelaksanaan, real event yang dimaksud Titah merupakan kegiatan MICE berskala kecil. Sementara untuk kegiatan pameran masuk ke dalam kegiatan skala sedang sehingga diharapkan dapat terlaksana pada akhir September atau awal Oktober 2020.

Menurutnya, industri MICE harus diberikan kesempatan untuk melaksanakan real event agar dapat mengaplikasikan SOP dan protokol kesehatan di era new normal. Dengan mengaplikasikan secara langsung, akan terlihat aturan mana yang harus diperbaiki sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman.

“Kami masih menunggu paling lambat awal Agustus, apakah event skala kecil itu sudah boleh digelar atau belum. Kalau misalnya belum boleh dilakukan, kita berencana untuk melakukan simulasi terlebih dahulu,” ungkapnya lagi.

Nantinya, pelaksanaan real event atau simulasi ini akan melibatkan banyak stakeholders sehingga dapat dievaluasi secara bersama-sama. Dalam hal ini, pihaknya akan mengajak para pemangku kepentingan, seperti event organizer, komunitas event, vendor, dan lainnya untuk ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Rencananya kita akan lakukan untuk event indoor dan outdoor seperti gathering hingga acara musik. Untuk acara outdoor, kami berencana akan membuat panggung hiburan berupa drive in,” ucapnya lagi.

Kendati demikian, pihaknya masih memprioritaskan kegiatan real event dibandingkan hanya sekadar simulasi. Hal ini dilakukan agar industrinya dapat mengetahui kekurangan apa saja yang ada di dalam SOP terkait protokol kesehatan.

“Dengan real event, kita bisa tahu mana saja yang kurang dari penerapannya dan bagaimana cara mengatasinya. Real event juga pasti menghadirkan pengunjung yang sesungguhnya, jadi di situ kita bisa melihat bagaimana crowded di lokasi,” jelasnya lagi.