BerandaNewsBali Era Baru Dibagi jadi Beberapa Kawasan

Bali Era Baru Dibagi jadi Beberapa Kawasan

Published on

spot_img
spot_img

Pemerintah Provinsi Bali sedang mempersiapkan skenario baru menjelang Bali era baru. Salah satu strategi yang akan dikembangkan ialah dengan membuka pariwisata secara bertahap dengan sistem kawasan, klaster, atau per slot.

Tjokorda Oka Sukawati, Wakil Gubernur Bali, menjelaskan, sistem tersebut dilakukan agar tidak ada permasalahan baru yang dialami pelaku pariwisata di Bali pasca-pandemi COVID-19. Pasalnya, akan ada perubahan perilaku wisatawan yang terjadi menjelang new normal.

“Saat kami membuka kembali Bali era baru, kami tidak mau menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pelaku pariwisata yang dianggap menimbulkan masalah baru. Hal ini yang perlu kami cermati dari sekarang,” kata Cok Ace, begitu sapaan akrabnya.

BACA JUGA:  Indonesia Peringkat ke-22 TTDI, Investasi Pariwisata Akan Meningkat

Sistem pembagian kawasan ini terinspirasi dari pengalaman masa lampau yang telah dihadapi para pelaku wisata di Bali. Cok Ace menjelaskan, saat itu Bali menghadapi virus budaya yang mengakibatkan culture shock di masyarakat sekitar. Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi Bali lantaran masyarakat di daerahnya sangat kental dengan budayanya.

“50 tahun lalu kami menghadapi virus budaya, yang mana saat itu banyak wisatawan yang mengikuti budaya barat. Menggunakan celana jeans sobek, makanan ala barat, dan gaya hidup orang barat. Saat itu, masyarakat Bali belum bisa terima perubahan itu, maka terjadilah shock culture,” jelasnya lagi.

Saat itu, strategi yang dilakukan Pemprov Bali ialah mengeluarkan Peraturan Daerah terkait Pembagian Kawasan Nusa Dua. Peraturan ini dibuat untuk membentuk kawasan pariwisata baru sehingga tidak mengganggu budaya masyarakat Bali yang berada di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Turis Indonesia Keluarkan Banyak Uang di Singapura

“Kami akan coba duplikat cara ini di era 2020, yang mana sekarang virusnya adalah corona, bukan budaya. Kalau sudah dibagi klasternya, pariwisata dan ketahanan budaya Bali tetap bisa berjalan secara terpadu,” dia menambahkan.

Tak hanya merencanakan pembagian kawasan, pemerintah setempat juga akan meningkatkan protokol pariwisata di Bali. Menurutnya, menuju Bali era baru, wisatawan akan memperketat perjalanan wisatanya dengan tiga aspek, yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Tiga aspek tersebut yang akan menjadi pertimbangan wisatawan saat melakukan perjalanan.

BACA JUGA:  Dukung Waskita Disuntik Modal, Komisi VI Sebut Bisa Dorong Bisnis Pariwisata

“Tiga tuntutan dasar ini yang harus dipenuhi oleh para pelaku wisata kita, tanpa mengabaikan tingkat kepuasan dan kebahagiaan para wisatawan, apalagi untuk wisatawan yang ingin datang ke tempat destinasi yang ada di Bali,” ucapnya lagi.

Oleh karenanya, pemerintah setempat akan segera menyusun protokol kesehatan terbaru pasca-COVID-19. Bahkan, pihaknya telah membicarakan hal tersebut kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait penyusunan protokol kesehatan pasca-COVID-19.

“Bagaimana caranya menyambut wisatawan yang akan datang di reopening pariwisata Bali pasca-COVID-19, tentunya dengan memasukkan tiga tuntutan yang diharapkan dari para wisatawan,” ujar Cok Ace.

spot_img
spot_img
spot_img

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...

The Sakinah Hadir di The Tribrata, Wedding Showcase Tak Sekadar Vendor Pernikahan

JAKARTA, Venuemagz.com — Memilih vendor pernikahan sering kali menjadi bagian paling menyita perhatian bagi...

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...