Daerah Bangkalan Jawa Timur Mulai Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Halal

Monday, 04 April 22 Bonita Ningsih

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mengembangkan wisata halal di beberapa daerah, salah satunya Bangkalan, Jawa Timur. Wisata halal di Bangkalan juga telah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai upaya untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha pascapandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan pemerintah mendukung program ini lantaran wisata halal telah mengumpulkan banyak devisa dari moslem traveler. Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan bahwa jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai U$200,3 miliar atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar U$1,66 triliun.

“Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke-5 dari TOP Lima Negara Muslim Traveler dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan bahwa konsep wisata halal yang dilakukan di Bangkalan berfokus pada extension of service. Dengan mengusung tiga konsep di dalamnya yaitu Need to have, Good to have, Nice to Have. 

“Wisata halal adalah tambahan layanan atau extended services ada tiga kategori layanan yang pertama yang harus ada adalah makanan halal, tempat ibadah, water friendly washroom, dan no islamaphobia. Kemudian, Good to have dan Nice to Have,” ujar Sandiaga. 

Nantinya, konsep tersebut akan dijabarkan ke dalam lima komponen penting seperti hotel halal, transportasi halal, makanan halal, paket tur halal, dan keuangan halal. Kelima komponen tersebut, menurut Sandiaga, dapat ditemukan di Bangkalan, Jawa Timur. 

“Bangkalan juga sudah punya modal infrastruktur pendukung secara holistik seperti nanti akan dibangun Islamic Science Park. Kami yakin pariwisata halal ini akan membangkitkan ekonomi di Madura Raya, dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya lagi.