BerandaNewsBerkunjung ke TN Komodo Dikenakan Biaya Rp3.750.000 Untuk Konservasi Jasa Ekosistem

Berkunjung ke TN Komodo Dikenakan Biaya Rp3.750.000 Untuk Konservasi Jasa Ekosistem

Published on

spot_img

Pemberlakukan tarif Rp3.750.000 untuk Taman Nasional Komodo (TNK) direspons positif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pasalnya, tarif baru tersebut digunakan untuk kepentingan biaya konservasi nilai jasa ekosistem lingkungan yang ada di kawasan tersebut.

Keputusan baru ini merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Balai Taman Nasional Komodo. Dalam hal ini, Kemenparekraf mendukung keputusan tersebut karena konservasi di kawasan TNK sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan jangka panjang.  

“Ini merupakan suatu kebulatan tekad Kemenparekraf bersama Pemprov NTT, KLHK, dan Balai Taman Nasional Komodo untuk terus melakukan upaya-upaya terbaik dalam solusi pengembangan pariwisata dan konservasi di kawasan Taman Nasional Komodo,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf di Jakarta.

BACA JUGA:  Nasib MICE Pasca Jokowi

Biaya sebesar Rp3.750.000 merupakan total keseluruhan dari biaya konservasi nilai jasa ekosistem selama satu tahun yang diperoleh melalui kajian dari para ahli. Nilai jasa ekosistem merupakan sumber daya alam yang menunjang keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, seperti air, oksigen, sumber makanan, dan mencakup pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan.

Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di Taman Nasional Komodo, Carolina Noge, menambahkan bahwa biaya konservasi tersebut akan digunakan untuk membuat program-program konservasi bagi masyarakat sekitar. Beberapa di antaranya adalah penguatan kelembagaan dengan memperbanyak kajian-kajian ilmiah dan pelatihan untuk masyarakat sekitar, pengamanan dan pengawasan di wilayah konservasi, pemberdayaan wisata alam seperti digitalisasi manajemen pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:  Fotografi Semakin Menyenangkan Dengan Instax Mini LiPlay+â„¢

“Pemberdayaan masyarakat dalam biaya konservasi tersebut sudah ada biaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Salah satu yang dilakukan adalah pembuatan souvenir. Jadi, nantinya, setiap pengunjung akan mendapatkan hasil kerajinan tangan dari masyarakat setempat. Rencananya, bukan hanya untuk pengunjung konservasi, tetapi, juga bagi wisatawan biasa,” jelas Carolina.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sony Libing, mengatakan bahwa tarif tersebut akan dibebankan kepada wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Pulau Komodo dan Pulau Padar. Pasalnya, dua pulau tersebut sudah terlalu banyak menahan beban jumlah wisatawan yang datang ke sana.

“Jadi, sebelumnya kami telah melakukan kajian bersama tim ahli untuk melihat jumlah kapasitas dari Taman Nasional Komodo tersebut. Hasilnya adalah dua pulau tersebut telah over capacity terhadap kunjungan wisatawan,” ucap Sony.

BACA JUGA:  24 Ribu Kamar Telah Disiapkan Untuk MotoGP Mandalika 2022 

Dengan begitu, pemerintah setempat memutuskan untuk membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar dengan tujuan untuk menjaga ekosistem di dalamnya. Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara, menyebutkan bahwa pihaknya bersama pemerintah telah sepakat membatasi jumlah wisatawan ke dua pulau tersebut yaitu maksimal 200 ribu orang per tahun.

“Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sana mengubah perilaku dari komodo itu sendiri. Komodo jadi kurang waspada karena lebih dekat dengan manusia dan adanya perubahan bobot komodo yang menjadi lebih besar dari batas normal. Oleh sebabnya, kita membuat kajian khusus agar ada pembatasan wisatawan di sana,” kata Lukita. 

spot_img
spot_img

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

The Grove Suites by Grand Aston Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui Inisiatif CSR yang Bermakna

Jakarta, Venuemagz.com -- The Grove Suites by Grand Aston memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui...

Jogja Cultural Wellness Festival 2026, Cara Apik Yogyakarta Bidik Wisata Wellness Berbasis Budaya

Yogyakarta, Venuemagz.com — Yogyakarta akan menggelar Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 pada 6-8...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Sandiaga Uno Tetapkan Persiapan Acara Puncak G20 Selesai Pada Oktober 2022

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan bahwa persiapan acara Konferensi Tingkat...

Destinasi Wisata Rekomendasi Sandiaga Uno Untuk Liburan Sekolah

Indonesia sendiri memiliki banyak destinasi wisata favorit yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Misalnya...