BerandaNewsDapur dan Restoran Hotel Harus Bersertifikat Halal

Dapur dan Restoran Hotel Harus Bersertifikat Halal

Published on

spot_img
spot_img

Bank Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Sertifikasi Halal Dapur dan Restoran Hotel’ pada 4 September 2019 di Hotel Pullman, Jakarta. Adanya sertifikasi itu diharapkan mampu memberikan nilai tambah kepada konsumen, menangkap peluang pasar baru, serta melindungi bisnis hotel dari isu sensitif.

Menurut Kiagus Muhammad Faisal, Auditor Halal LPPOM MUI Indonesia, jumlah wisatawan muslim merupakan captive market. Berdasarkan data Global Muslim Travel Index, pada 2020 jumlahnya mencapai 158 juta dengan total pengeluaran mencapai US$300 miliar.

BACA JUGA:  Qatar Airways Kurangi Sampah Plastik

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa halal dan non halal merupakan isu sensitif di Indonesia. “Ada produk atau brand yang kolaps karena isu non halal. Sertifikasi halal ini untuk menjaga bisnis dari isu sensitif,” katanya.

Hal tersebut juga dapat terjadi di industri perhotelan, terutama terkait dengan menu yang disajikan di restoran hotel. “Selain itu, sudah menjadi hak konsumen untuk mendapatkan produk halal karena itu diatur oleh Undang-Undang No.33 Tahun 2014. Jadi, mau tak mau harus memiliki sertifikat halal,” kata Faisal.

BACA JUGA:  Pembentukan Badan Otorisasi Wisata Danau Toba

Di beberapa daerah, semisal Makassar, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan produk halal terbilang besar. “Tujuh dari sepuluh tamu hotel selalu bertanya apakah hidangan yang disajikan halal atau tidak,” kata Joko Budi Jaya, GM Aston Hotel Makassar.

Berdasarkan permintaan para tamu hotel itulah yang menginspirasi Aston Hotel Makassar mengurus sertifikasi halal untuk menu dan restoran hotelnya pada tahun 2017. Untuk mengurus sertifikasi sekitar 400 menu dan restoran Aston Hotel Makassar, dibutuhkan biaya sekitar kurang lebih Rp17 juta.

BACA JUGA:  Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

“Adanya sertifikat halal pada Aston Makassar berpengaruh pada bisnis. Ada kecenderungan masyarakat, perusahaan atau pun lembaga pemerintahan untuk mengarahkan acaranya di hotel,” kata Joko.

Terpenting sertifikasi halal dipastikan membuat tamu, terutama wisatawan muslim, merasa lebih nyaman. “Kita sadar sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia merupakan pasar yang besar. Tapi kita jangan hanya jadi pasar, melainkan juga pelaku,” kata Hamid Ponco Wibowo Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta.

spot_img
spot_img
spot_img

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...