Diberi Anggaran Rp227 Miliar, Politeknik Pariwisata Lombok Siap Dorong Pariwisata NTB

Tuesday, 26 February 19   55 Views   0 Comments   Herry Drajat
Politeknik Pariwisata Lombok

Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan gedung rektorat Politeknik Pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 21 Februari 2019. Pada peresmian yang juga dihadiri oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Arief Yahya meminta perguruan tinggi pariwisata yang berada di bawah Kementerian Pariwisata memiliki kurikulum berstandar global melalui pembukaan kelas internasional. Peningkatan standar kurikulum pendidikan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pariwisata.

Arief mengatakan bahwa akan ada dua sekolah pariwisata di bawah Kemenpar yang membuka kelas internasional tahun ini. “Mulai Maret nanti, STP Bandung dan Bali akan membuka kelas internasional. Kelas ini bekerja sama dengan Victoria University di Australia. Saya minta tahun depan Poltekpar Lombok juga bisa membuka kelas internasional,” ujar Arief.

Selain membuka kelas internasional, Arief menekankan pentingnya perguruan tinggi negeri pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata untuk menerapkan 3C, yaitu Curriculum, Certification, dan Center of Excellence.

“Untuk curriculum harus berbasis standar dunia. Certification mewajibkan semua lulusan sekolah di bawah Kemenpar, dosen, serta perguruan tingginya harus terstandardisasi dengan standar ASEAN. Sementara itu, center of excellence mewajibkan setiap orang memiliki keahlian khusus untuk masuk ke dalam industri pariwisata. Maka dari itu, saya minta setiap sekolah pariwisata memiliki spesialisasinya masing-masing, seperti Bandung untuk kuliner, Bali untuk budaya, dan Lombok terkait wisata halal,” ujar Arief.

Jumlah mahasiswa Poltekpar Lombok selama tiga tahun terakhir mencapai 809 mahasiswa. Pada 2016, Poltekpar Lombok menerima 120 mahasiswa, kemudian pada 2017 jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 380 mahasiswa, dan pada 2018 sebanyak 343 mahasiswa. “Rencananya pada 2019 ini kami akan menerima sebanyak 340-an mahasiswa baru, sama seperti target tahun lalu,” ujar Hamsu Hanafi, Direktur Utama Politeknik Pariwisata Lombok.

Sebagai komitmen untuk mendukung upaya peningkatan kualitas SDM pariwisata di Lombok, Kemenpar menganggarkan dana yang cukup besar. “Tahun 2019, Kemenpar menyediakan anggaran Rp227 miliar untuk Politeknik Pariwisata Lombok. Tahun ini, kami berencana melakukan pembangunan dapur praktik, restoran praktik, dan hotel praktik dengan 60 kamar berstandar bintang 4,” ujar Hamsu Hanafi.

Sementara Zulkieflimansyah berharap melalui peresmian Politeknik Pariwisata Lombok, generasi muda di wilayahnya tidak hanya menjadi penonton bagi berkembangnya pariwisata di Nusa Tenggara Barat. “Poltekpar penting karena merupakan terobosan pemerintah dalam menghadirkan world class tourism polytechnic. Bila Menpar memprediksi dengan diselenggarakan MotoGP akan mendatangkan 100.000 wisman dan mulai banyak didirikan hotel-hotel baru, maka saya mau anak-anak NTB tidak hanya jadi penonton tapi juga aktor,” ujar Zulkieflimansyah.