Event Hybrid Berkembang, Penyedia Venue Diminta Siapkan Peralatan Khusus

Tuesday, 11 August 20 Bonita Ningsih
Virtual Show Management

Masa pandemi COVID-19 telah melahirkan tren terbaru di berbagai industri, termasuk MICE. Salah satu tren yang paling terasa ialah penyelenggaraan kegiatan secara virtual, seperti webinar dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu pelaku MICE, Panca R. Sarungu, Founder Raja MICE, melihat ada peluang baru dari tren yang tengah berkembang saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya kegiatan virtual yang telah dilaksanakan Panca selama pandemi berlangsung.

“Kami sudah lakukan kegiatan virtual banyak sekali, sekitar minimal 30 kali dalam sebulan dengan pelatihan-pelatihan online yang kami buat. Kadang ada juga yang satu hari bisa menggelar dua kali kegiatan virtual,” ujar Panca.

BACA JUGA:   Polytron Luncurkan Lemari Es dan Showcase Baru Ramah Lingkungan

Meskipun bukan terbilang barang baru, masih banyak masyarakat yang awam dengan kegiatan virtual ini. Padahal, menurut Panca, pelaksanaan kegiatan virtual terbilang cukup mudah daripada menyelenggarakan kegiatan offline. Menurutnya, hanya dengan modal internet, setiap orang dapat mempelajari teknis dalam pembuatan kegiatan virtual.

“Mudah sekali dan biaya sangat minim karena untuk belajar membuat kegiatan virtual semuanya ada di internet atau YouTube. Dari sana, siapa pun bisa dapat menguasai teknis-teknis dalam pelaksanaan kegiatan virtual secara gratis,” jelas Panca.

Setelah mempelajari teknis pembuatan kegiatan virtual, pihak penyelenggara harus menentukan aplikasi terbaik yang akan digunakan. Berbagai pilihan aplikasi mulai dari yang gratis hingga berbayar dapat dimanfaatkan dengan baik selama penyelenggaraan kegiatan virtual.

BACA JUGA:   Ini Syarat Hotel yang Ingin Mengikuti Program Warm Up Vocation

“Sejauh ini, aplikasi terbaik untuk webinar itu Zoom dan Google Meet. Untuk penggunaan Zoom kalau mau gratis juga bisa, asal penggunaannya tidak lebih dari 40 menit saja. Cara menguasai Zoom juga sudah banyak di YouTube, jadi tinggal dipelajari saja dan semuanya bisa dilakukan secara gratis,” ungkapnya lagi.

Kendati mudah dilakukan, ke depannya kegiatan virtual dapat dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan offline atau yang biasa disebut hybrid. Menurutnya, pelaksanaan hybrid akan lebih menarik ke depannya karena kegiatan online tidak akan pernah mematikan kegiatan offline.

“Tinggal teman-teman kita di venue atau hotel saja yang harus kreatif mempersiapkan ini semua, kalau arahnya ke hybrid. Mereka harus mempersiapkan peralatan khusus seperti kamera, lighting, dan lainnya, kalau nanti ada tamu yang ingin menggelar acara secara hybrid,” ucapnya.