Panca R. Sarungu, Ketua Umum MASATA, mengungkapkan, kerja sama ini merupakan sebuah kolaborasi partisipatif antar-perusahaan super app dengan gerakan pariwisata berbasis komunitas. Menurutnya, kerja sama ini dapat ikut mendorong perekonomian negara dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan saat beraktivitas.
“Kami berharap sosialisasi tempat berwisata yang melibatkan banyak UMKM, khususnya yang menerapkan protokol kesehatan, dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat, terutama 125 juta pengguna Gojek di seluruh Indonesia,” kata Panca.
Selain itu, ia juga akan mengajak seluruh pengurus daerah MASATA untuk secara suka rela bekerja sama dengan pemilik lokasi wisata. Hal ini dilakukan untuk turut aktif memikirkan atraksi baru apa yang dapat ditawarkan kepada pengguna aplikasi Gojek.
Dalam menerapkan kerja sama ini, MASATA mengadaptasi protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni prinsip Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Para mitra wisata dan atraksi yang bergabung dalam GoTix Super Partner akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pengunjung melalui exposure optimal di platform GoTix pada aplikasi Gojek dengan mengenakan tanda Hygiene Protocol Applied.
“Mitra yang sudah bergabung nantinya akan menjadi percontohan bagi para pelaku destinasi wisata dan atraksi lain yang ada di Indonesia,” Panca menambahkan.
Program ini diharapkan dapat membantu menciptakan kesadaran bagi para pengelola destinasi wisata dan atraksi hiburan untuk menerapkan standar protokol yang tepat. Hal tersebut nantinya dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung terkait kebersihan dan tingkat higienitas suatu destinasi sehingga merasa aman dan nyaman saat bepergian.






