Hati-Hati Tergiur Paket Murah Wisata Religi

Tuesday, 05 March 19   14 Views   0 Comments   Herry Drajat
Wisata Religi

Pasar perjalanan wisata memiliki karakter yang sensitif sehingga selisih harga bisa menjadi faktor penting dalam proses penentuan keputusan seseorang sebelum menunjuk biro perjalanan. Hal tersebut juga berlaku pada pasar wisata religi.

Destinasi wisata religi, seperti Jerusalem, Vatikan, Lourdes, hingga Turki, dari tahun ke tahun mengundang banyak pengunjung dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Mereka datang untuk berwisata rohani maupun wisata ziarah, napak tilas sejarah perkembangan agamanya.

Salah satu destinasi wisata religi yang sangat penting dan menjadi impian bagi umat Kristiani adalah Jerusalem. Antusiasme masyarakat Indonesia berkunjung ke Jerusalem terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Kementerian Pariwisata setempat mencatat, peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang masuk ke Jerusalem mencapai angka 64 persen pada periode 2016-2018.

Namun, di tengah tren pertumbuhan ini, ada kabar tak menggembirakan yang terjadi pada Februari 2019. Ramai diwartakan, terdapat ratusan orang asal Indonesia gagal berangkat dan beribadah di Jerusalem karena salah koordinasi dari pihak travel. Hal tersebut jelas menjadi perhatian banyak pihak karena isu mengenai hal serupa baru saja mereda di Indonesia.

Ellen Purnawan, General Manager PT Misi Pelayanan Mandiri (Panorama Ministry)—anak perusahaan dari PT Panorama JTB Tours Indonesia yang memiliki spesialisasi Pilgrimage Travel atau perjalanan rohani, mengatakan, “Banyak dari jemaah mengambil risiko untuk ikut biro perjalanan yang menawarkan harga murah di luar kewajaran. Selisih harganya memang sangat menarik, bisa hampir 20 persen di bawah harga pasaran.”

Padahal, menurut Ellen, jemaah yang menginginkan harga murah bisa memanfaatkan fasilitas tailor made. Misalnya, dari jumlah harinya, rutenya, jumlah pesertanya, hingga pilihan hotelnya bisa disesuaikan dengan bujet masing-masing. Jadi, sangat mungkin menggunakan biro perjalanan yang tepercaya dengan biaya yang terjangkau. 

Royanto Handaya, Presiden Direktur PT Panorama JTB Tours Indonesia, mengingatkan sebaiknya jemaah lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan. “Kuncinya ada pada kehati-hatian customer dalam memilih biro perjalanan. Cek latar belakang, sertifikasi, dan legalitasnya dulu, jangan asal murah,” ujar Royanto.

Panorama Ministry sendiri telah berpengalaman melayani jemaah melakukan perjalanan rohani sejak tahun 1995. Sudah lebih dari puluhan ribu jemaah yang menjadikannya sebagai mitra dalam perjalanannya. Saat ini Panorama Ministry  bukan hanya melayani umat Kristiani, tetapi juga umat Hindu dan Buddha. Destinasinya pun makin beragam dan variatif, negara-negara yang memiliki sejarah religi seperti India, Bhutan, Nepal, Korea, bahkan Italia juga menjadi destinasi pilihan yang tersedia dalam paket tur.