Ketujuh perusahaan Indonesia yang mengikuti Vietnam Expo 2019 adalah PT Universal Abrasivindo Industrial (produk amplas), CV Bali Bakti Anggara (produk dekorasi rumah), PT Irawan Djaja Agung (produk obat-obatan yang dijual bebas/over the counter/OTC), CV Jaya Abadi (produk makanan ringan), PT Dexa Medica (produk farmasi), PT Aquasolve Sanaria (produk makanan sehat), serta PT Gloria Origita Cosmetics (produk kosmetik).
“Ketujuh perusahaan Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan promosi produk Indonesia ke Vietnam dan memperluas ekspor ke pasar-pasar nontradisional,” ujar Mohammad Iqbal Djamil, Kepala Atase Perdagangan Hanoi.
Iqbal mengatakan, Indonesia perlu lebih memanfaatkan potensi Vietnam untuk menjadi tujuan pasar ekspor dan rantai pasok tingkat regional bagi industri nasional karena negara berpenduduk 96 juta jiwa ini pertumbuhan ekonominya tertinggi di ASEAN dan memiliki potensi pasar yang cukup besar.
“Produk Indonesia mendapat respons yang sangat baik dari buyer dan pengunjung pameran hingga berhasil meraih transaksi potensial sebesar Rp9,75 miliar. Nilai ini terdiri atas transaksi ritel berupa produk kosmetik, perhiasan, dan kerajinan tangan sebesar Rp12,44 juta, serta transaksi kontak dagang sebesar Rp9,74 miliar,” ujar Iqbal.
Tugas Atase Perdagangan Hanoi selanjutnya adalah mendorong dan melakukan koordinasi dengan peserta pameran agar lebih responsif dalam menindaklanjuti permintaan dan penjajakan dengan pembeli potensial agar terjadi kontak dagang.




