Indonesia Usulkan Lima Komitmen Penguatan Pariwisata di ASEAN

Friday, 18 September 20 Harry Purnama

Pada ajang The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings yang dilaksanakan pada 15, 21, dan 28 September 2020, Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusulkan lima komitmen kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan COVID-19 pada sektor pariwisata.

K. Candra Negara, Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf, mengatakan, rangkaian pertemuan ini menunjukkan komitmen anggota ASEAN untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan dampak COVID-19 di wilayah ASEAN.

“Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak COVID-19. Yang pertama adalah Indonesia mengusulkan penghapusan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan,” ujarnya.

ASAM merupakan open sky agreement yang bertujuan meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan ASEAN melalui integrasi jaringan produksi dan liberalisasi pelayanan. Nantinya, maskapai dari negara anggota ASEAN dapat terbang secara bebas di dalam wilayah ASEAN.

Poin kedua yang diusulkan berkaitan mengenai Kamboja meminta agar keketuaan mereka dapat diperpanjang hingga tahun 2022. Hal ini akan mempengaruhi posisi Indonesia dalam keketuaan ASEAN di 2022. Oleh karena itu, Indonesia akan menyampaikan beberapa solusi terbaik kepada Kamboja agar keketuaan ASEAN 2022 tetap menjadi milik Indonesia.

“Ketiga, Indonesia mengusulkan agar Progress of Draft Protocol to Amend the MRA-TP (Mutual Recognition Agreement on Tourism Professional) atau pengaturan antara negara-negara ASEAN yang dirancang untuk memfasilitasi pergerakan bebas dan pekerja yang berkualitas dan bersertifikat antara negara anggota ASEAN segera dijalankan,” ujarnya.

Poin keempat terkait dengan pembahasan HCA (Host Country Agreement) pada Regional Secretariat for the Implementation of MRA-TP. HCA ini merupakan komponen penting untuk menetapkan dasar hukum dan standar pendapatan bagi berdirinya Sekretariat Regional.

Kelima, Indonesia mendukung adanya inisiatif Development of ASEAN Framework to Facilitate the Tourist Travel Bubble Schemes. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19 sehingga dapat memunculkan rasa percaya dari negara lain ketika membahas kemungkinan kerja sama travel bubble di masa depan.