Industri MICE Bangkit di Tahun 2021

Friday, 03 April 20 Herry Drajat
INDOFEST 2020

Di awal wabah COVID-19 mulai merebak di Indonesia, banyak pelaku industri MICE yang optimistis pada semester kedua tahun ini pandemi COVID-19 akan mereda. Karenanya, mereka mengubah jadwal event yang seharusnya digelar pada semester pertama menjadi ke semester kedua 2020.

Nyatanya, pandemi COVID-19 diperkirakan masih akan berlangsung lama. Dr. Christina L Rudatin, Kepala MICE Center Politeknik Negeri Jakarta, mengatakan, kalau hanya sampai akhir semester ini, masih banyak pemain industri MICE yang bisa bertahan. Namun, jika krisis baru mereda di akhir tahun, tentu situasinya akan berbeda.

“Saya melihat kekuatan resources, terutama dari sisi finansial yang dimiliki masing-masing perusahaan, adalah kekuatan utama yang menentukan mereka untuk bertahan. Yang mampu bertahan adalah perusahaan yang mempunyai resources finansial yang memadai. Kalau perusahaan yang tidak terlalu besar saya lihat akan melakukan pengurangan karyawan, dan ini menjadi tugas pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf, agar industri ini mampu bertahan,” jelas Christina.

Christina menambahkan, beberapa waktu yang lalu Kemenparekraf pernah mengumpulkan data dari para pemain industri MICE mengenai berapa jumlah karyawan yang kemungkinan di-PHK. Dengan data tersebut artinya Kementerian telah memiliki stimulus untuk menopang mereka yang terdampak.

Pasalnya, pemain MICE kelas kakap di Indonesia hanya sekitar 10 persen, sedangkan sisanya adalah pemain kecil. “Organizer yang kecil ‘kan operasionalnya juga tidak terlalu besar, paling dia pingsan dulu sementara,” tambah Christina.

Menurut Christina, organizer kecil sekarang mesti tiarap dulu, tetapi jangan apatis, kreativitasnya harus tetap dijalankan, misalnya tetap menjalin komunikasi dengan klien untuk menunjukkan mereka masih ada. Sementara PEO yang khusus membuat pameran sendiri sebaiknya melakukan perencanaan untuk membuat event dan melakukan feasibility study sehingga jika krisis berakhir mereka mempunyai tabungan program yang siap untuk digelar.

“Kegiatan saat ini bukan melaksanakan event, tetapi mencari event, mendatangkan event, walaupun akan dilaksanakan pada tahun 2021. Paling tidak usaha mereka melakukan komunikasi, pengajuan bidding dan persiapan lainnya bisa dilakukan dari sekarang,” ungkap Christina.

“Memang industri MICE akan tertata ulang, ada sebagian yang memulai dari awal, tetapi start-nya tidak dari nol. Kreativitas dan upaya-upaya yang dilakukan pada tahun 2020 sudah bisa diagendakan pada tahun 2021,” jelas Christina.

Untuk segmen korporat, Christina mengatakan bahwa korporat tidak bisa diharapkan karena mereka tentunya akan melakukan efisiensi penggunaan dana dan akan memangkas kegiatan-kegiatan yang dirasa tidak begitu penting.

“Saya optimistis industri MICE akan segera bangkit, sesuai dengan sektor masing-masing, yang penting pandemi COVID-19 lewat dulu. Nantinya industri pariwisata pun akan segera bangkit dan saling mendukung. Pemerintah sebaiknya menyiapkan anggaran untuk recovery,” pungkas Christina.