Inilah Cara Pelaku MICE Menangkal Dampak Corona

Friday, 21 February 20 Bayu Hari

Kuningan MICE Alliance (KMA) menggelar diskusi untuk menangkal dampak wabah Corona terhadap industri pariwisata dan MICE Jakarta (20/2/2020) di The Kasablanka. Diskusi Tersebut dihadiri oleh pelaku MICE di kawasan Kuningan, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, ASITA Jakarta, dan ASPERAPI.

“Kami ingin memberikan input kepada pemerintah terkait dengan wabah Corona yang telah memberikan dampak negatif pada industri pariwisata dan MICE,” kata Panca Sarungu, CEO Raja MICE.

Dalam diskusi tersebut, para stakeholder   MICE di kawasan Kuningan saling berbagi informasi mengenai dampak virus Corona. “Dalam sehari setidaknya ada 5 cancelation (30 room night). Sampai saat ini sudah ada sekitar 400 room night yang cancel,” kata Lisa Gunawan, Director of Sales & Marketing Wyndham Casablanca Jakarta.

Hal serupa juga terjadi di Aston Rasuna dan Royal Kuningan Hotel, yang merasakan penurunan pendapatan masing-masing 30 persen dan 10 persen dari bujet. “Untuk kenyamanan tamu kami sudah menolak turis asal China. Selain itu, langkah antisipasi lainnya ialah menyediakan hand sanitizer, masker, dan alat pendektesi suhu tubuh,” kata Krisna Yuda Lintang, Asst. Director of Sales Royal Kuningan Hotel.

Tak hanya hotel, pengelola venue di kawasan tersebut juga telah merasakan dampak dari wabah corona. Menurut Jim Tehusijarana, Director Alcor MICE, sudah ada dua cancelation acara besar di bulan Februari dan Maret. Nilainya kurang lebih mencapai Rp1 miliar.

Sementara itu, Daswar Marpaung, sebagai perwakilan dari ASPERAPI yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa saat ini yang ‘sakit’ adalah pasarnya, bukan destinasinya. Untuk itu pemerintah harus cepat mengambil langkah antisipasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis MICE di Indonesia.

“Pemerintah harus memberikan insentif untuk kepada pelaku. Misalnya menggelar rapat di hotel dan venue MICE. Bukan di kantor,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat memberikan insentif untuk menekan harga tiket pesawat yang mahal agar lebih terjangkau guna menarik turis domestik melakukan perjalanan.

Selain memberikan input untuk pemerintah, KMA juga akan melakukan inisiatif guna menarik minta turis domestik bertandang ke kawasan Kuningan. Mulai dengan menyusun program diskon hingga menggelar pelbagai acara.

“Persoalannya saat ini demand tidak ada karena semua takut berpergian. Jadi kita harus menciptakan demand itu,” kata Krisna.