BerandaHotelAkibat Virus Corona, Industri Hotel Turun 5 Persen

Akibat Virus Corona, Industri Hotel Turun 5 Persen

Published on

spot_img

Virus corona, atau yang kini disebut COVID-19, sudah menjadi perhatian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, virus ini juga berdampak terhadap sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan lingkungan. Salah satu sektor yang berdampak paling besar ialah pariwisata.

Pariwisata memang menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Banyak industri yang berkaitan erat dengan pariwisata, salah satunya ialah perhotelan dan restoran. Haryadi B. Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengatakan, industri hotel merupakan yang paling terdampak dengan adanya virus ini.

BACA JUGA:  PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Raih Empat Penghargaan di ajang Indonesia Travel Tourism Awards 2019

Pertumbuhan industri hotel saat ini pun, menurutnya, akan mengalami penurunan. Jika sebelumnya ia menargetkan industri hotel dapat bertumbuh sekitar 10 hingga 12 persen, dengan adanya virus ini diperkirakan hanya mampu tumbuh sebesar 5 persen.

“Itu pun kalau ada situasi yang membalikkan keadaan baru bisa tumbuh 5 persen. Saat ini, kita masih belum bisa prediksi lagi bagaimana ke depannya,” katanya.

BACA JUGA:  InterContinental Bali Resort Tawarkan Pesta Pernikahan Impian Melalui Ballroom Terbesar di Pulau Dewata

Kondisi seperti ini tentu mengancam industri hotel yang ada di Indonesia. Bahkan, menurut catatannya, hingga saat ini sudah ada tiga daerah yang paling berdampak dengan adanya virus COVID-19, yaitu Bali, Batam, dan Manado, yang mengalami penurunan okupansi di hotelnya karena kebanyakan wisatawan yang datang ke sana ialah wisatawan dari Cina.

BACA JUGA:  IHGM Peduli Profesi Pimpinan Hotel

“Saat ini, rata-rata okupansi di Bali itu hanya mencapai 20 persen, terutama bagi daerah-daerah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” ucapnya lagi.

Melihat situasi tersebut, Haryadi menyarankan agar setiap hotel dan restoran dapat mengatur cash flow (laporan arus kas) untuk keberlangsungan hidup saat ini. Salah satu cara yang paling tepat ialah memotong biaya operasional yang melibatkan tenaga kerja di sana.

spot_img
spot_img

Jakarta International Pet Show 2026 Hadirkan Lebih Dari 17 Kompetisi Hewan Peliharaan

Jakarta, 2 Juni 2026 – Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 akan kembali hadir pada 3–5 Juli 2026 di Nusantara...

SCG Dukung Pembangunan Desa Wisata Karangpara

Sukabumi, Venuemagz.com – SCG, melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi selaku produsen Semen SCG, secara resmi mengumumkan komitmen...

Indonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?

Jakarta, Venuemagz.com - Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan...

Perluas Jaringan, BATIQA Hotel Hadir di Lampung

Lampung, Venuemagz.com — BATIQA Hotel Manajemen resmi menandatangani kerja sama pengelolaan hotel dengan Adora...

Provider EL Rugi hingga Rp2 Triliun Karena Corona

Berdasarkan hasil survei Dampak Corona Terhadap Industri Experiential Learning (EL) yang dilakukan Asoasiasi Experiential...

Inilah Cara Pelaku MICE Menangkal Dampak Corona

Kuningan MICE Alliance (KMA) menggelar diskusi untuk menangkal dampak wabah Corona terhadap industri pariwisata...

Gara-gara Corona, Organizer Merugi

Mewabahnya virus corona mulai dirasakan pelaku MICE di tanah air. Beberapa acara yang diselenggarakan organizer...