BerandaNewsKemendikbud Promosikan Kembali Batik Puro Pakualaman

Kemendikbud Promosikan Kembali Batik Puro Pakualaman

Published on

spot_img

Pada 2009, batik telah masuk dalam daftar UNESCO kriteria Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Dan sampai hari batik sudah sangat dikenal di dunia internasional.

Batik tidak hanya sekadar selembar kain dengan motif tertentu, tetapi batik merupakan jati diri bangsa Indonesia. Dalam selembar batik ada nilai, makna, fungsi sosial, dan budaya. Dalam selembar batik ada kesabaran, ketekunan, dan olahrasa. Dalam batik ada unsur ekonomi yang dapat mendorong ekonomi berkelanjutan, itulah maka batik disebut Warisan Budaya Takbenda.

BACA JUGA:  Indonesia Raih Rp41 Miliar dari Travel Exchange ASEAN Tourism Forum 2024

Ketika batik telah mendunia, mulai muncul permasalahan ketika orang hanya sekadar mengenakan tekstil motif batik tanpa tahu makna, nilai, dan fungsi sosial budayanya. Padahal, ada lebih dari 5.000 jenis motif batik yang sudah didata oleh Komunitas Sobat Budaya Indonesia. Motif-motif tersebut selain motif tua, juga ada bahkan lebih banyak motif-motif baru dan pengembangannya.

BACA JUGA:  Canon Luncurkan Empat Printer yang Hemat Tinta

Orang pada umumnya belum mengetahui bahwa penciptaan motif yang adiluhung  ini merupakan proses yang panjang. Menggali kembali motif-motif tua dan sakral bersumber dari naskah-naskah kuno salah satunya merupakan bentuk kepedulian kita terhadap budaya bangsa Indonesia. Ungkapan “tak kenal maka tak sayang” bisa kita gunakan untuk menumbuhkan kepedulian kita terhadap budaya yang kita miliki.

Karena itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan diskusi dengan tema “Batik Puro Pakualaman” pada 21-23 November 2018 di Cemara 6 Galeri Jakarta. Acara ini dilanjutkan dengan workshop membuat motif batik yang dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bahan dan bentuk. Acara terakhir adalah bedah film Sekar, yakni sebuah film pendek yang bercerita tentang pembatik yang disutradarai oleh Kamila Andini dan diperankan oleh Christine Hakim.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Siapkan Tiga Event Besar Untuk Side Events G20 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh mengenai batik, khususnya batik Puro Pakualaman.

spot_img

Kulineran Banyak Negara di Hampton Square Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com - Hampton Square Gading Serpong tengah berkembang sebagai destinasi kuliner dan gaya...

50 Tahun IPA Convex: Fokus Kolaborasi dan Masa Depan Ketahanan Energi Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 (IPA Convex) resmi dibuka...

IIMS Surabaya 2026 Hadir dengan Area yang Lebih Besar  

Surabaya, Venuemagz.com – Menyusul kesuksesan besar di Jakarta pada Februari lalu, Dyandra Promosindo siap memboyong kemeriahan...

Ekspansi ke Asia Tenggara, Klub Perjalanan Mewah ThirdHome Targetkan Pasar Indonesia

Bali, Venuemagz.com – ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah global untuk pemilik rumah kedua, mengumumkan...