Gunung Rinjani Dibuka Lagi, Pariwisata di NTB Bangkit

Thursday, 22 November 18   8 Views   0 Comments   Harry Purnama
Gunung Rinjani

Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, telah dibuka kembali. Satu dari empat jalur pendakian resmi tersebut dibuka untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi pada Agustus 2018.

Pembukaan jalur pendakian yang dirangkai dengan peluncuran program e-Rinjani itu dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono di Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, 19 November 2018.

“Atas izin pemerintah pusat, jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka,” ujar H. Moh. Suhaili.

Selain jalur pendakian Aik Berik, tiga jalur resmi lainnya adalah Timbanuh dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur pendakian di Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Jalur pendakian di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara masih ditutup karena kondisinya rusak berat akibat gempa bumi sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

Suhaili FT mengatakan, dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani melalui wilayah Lombok Tengah ini untuk ke depan pihaknya akan melakukan penataan sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah utara Lombok Tengah. Karena itu, sangat diharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama agar apa yang diikhtiarkan bisa terwujud.

“Peluang ini bisa menciptakan lapangan kerja masyarakat sehingga bisa dijadikan tempat untuk mencari rizki,” ujar Suhaili.

Untuk ke depannya, jalur pendakian di wilayah Lombok Tengah akan ada lima titik, yaitu Desa Karangsidmen, Desa Lantan, Desa Seteling, dan Desa Aik Bual. Jalur tersebut nantinya akan bertemu di satu titik batas wilayah Gunung Rinjani yang dikelola oleh TNGR.

“Jalur pendakian ini nanti yang terindah, ternyaman, dan termodern sedunia. Ini juga bisa jadi penyeimbang antara pengembangan pariwisata di selatan dengan di utara,” ujar Suhaili.

Guntur Sakti, Ketua Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata, menyambut baik pembukaan jalur pendakian Aik Berik Gunung Rinjani itu. Menurut Guntur, dengan dibukanya pendakian itu akan membuka kembali arus masuk wisatawan ke NTB karena Gunung Rinjani merupakan salah satu atraksi untuk membangkitkan pariwisata di NTB.

“Saat ini proses pemulihan untuk NTB sudah berjalan baik, dan saat ini Lombok sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya pada World Travel Market (WTM) 2018 di London awal bulan November silam juga mempromosikan jika NTB sudah bangkit. Lombok sudah aman untuk dikunjungi,” ujar Guntur Sakti.

Sementara itu, Kepala TNGR Provinsi NTB Sudiyono mengatakan, pembukaan jalur ini sudah melalui persyaratan dan melibatkan semua pihak karena hanya jalur ini yang layak, baik dari segi keamanan dan kebutuhan air bagi para pendaki. “Jalur pendakian di Aik Berik dibuka resmi hari ini dalam rangka menghilangkan dahaga pendaki pencinta Rinjani,” kata Sudiyono.

Saat ini, pihak TNGR juga sudah melengkapi fasilitas pendukung lainnya, seperti penunjuk arah, serta para petugas porter atau guide.