BerandaNewsKemenparekraf Luncurkan Kampanye Sadar Wisata dan Pengembangan Pemasaran Online di 6 Destinasi...

Kemenparekraf Luncurkan Kampanye Sadar Wisata dan Pengembangan Pemasaran Online di 6 Destinasi Prioritas

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Kampanye Sadar Wisata (KSW) khususnya di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha lokal di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa pelaksanaan program KSW akan dipilih langsung oleh kader desa wisata dari masing-masing daerah. Nantinya, mereka akan diberikan pelatihan dan ditugaskan untuk membuat proyek rencana pengembangan dari desanya masing-masing. Setelahnya, para peserta akan didampingi saat mengimplementasikan proyek tersebut.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh, menambahkan bahwa program KSW sebenarnya telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Namun, dengan adanya dukungan dari Bank Dunia, Kemenparekraf, telah mempersiapkan kampanye ini ke dalam empat tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan apresiasi. Tahapan itu akan dilaksanakan secara multi years (tahun 2022-2023) untuk memperkuat keterkaitan perekonomian lokal dengan pariwisata.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Prediksi Ada 60 Persen Jumlah Pemudik Melakukan Kegiatan Pariwisata

“Program ini kita didedikasikan untuk Destinasi Pariwisata Prioritas sesuai araha Pak Menparekraf. Kita lakukan kampanye ini melalui berbagai metode, terutama dengan modul-modul yang kita persiapkan. Kami berharap kerja samanya dari pemerintah daerah, kepala dinas pariwisata dari 6 destinasi prioritas tersebut untuk menyukseskan kampanye ini,” jelas Frans dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf di Jakarta.

Frans juga mengatakan bahwa Kampanye Sadar Wisata akan fokus pada penerapan Sapta Pesona Era Society 5.0 hingga disiplin protokol Kesehatan (CHSE). Dengan adanya teknologi, dapat membantu meningkatkan pelayanan hingga penataan bisnis model pariwisata di masa mendatang.

BACA JUGA:  Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali Mulai Meningkat Akibat Perubahan Aturan Penerbangan

“Kita harus melakukan ini mengingat saat ini berada di masa transformasi digital. Dengan adanya bantuan teknologi, diharapkan wisatawan yang datang ke destinasi dapat lebih lama lagi tinggalnya sehingga membangkitkan ekonomi daerah, UMK, serta kelompok masyarakat daerahnya,” ucap Frans lagi.

Selain Kampanye Sadar Wisata, Kemenparekraf juga menerapkan program lainnya berupa ‘Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Pemasaran Online dan Peningkatan Kualitas Layanan bagi usaha lokal di sektor pariwisata”. Pelatihan ini akan dilakukan di 4 Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Mandalika, dan Labuan Bajo, serta 2 Destinasi Pariwisata Prioritas yakni Bromo-Tengger-Semeru dan Wakatobi.

Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf, Florida Pardosi, menjelaskan kedua program tersebut akan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal di wilayah 6 DPP. Setidaknya, ada 6.500 masyarakat untuk KSW dan 7.700 pelaku usaha lokal untuk program Pelatihan dan Pengembangan Pemasaran Online dan Peningkatan Kualitas Layanan.

BACA JUGA:  Beijing Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Musim Dingin 2022

“Untuk sosialisasi KSW sudah kami lakukan sejak Maret 2022 di 65 desa wisata di wilayah 6 DPP dengan menggunakan 3 modul, yaitu Sapta Pesona, Layanan Prima, dan CHSE. Sedangkan saat pelatihan nanti akan ada 14 modul. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas pariwisata setempat, sehingga nantinya bisa mengawal terutama dalam menjaring peserta untuk ke tahap selanjutnya yaitu pelatihan dan implementasi project pengembangan desa” kata Florida.

Previous article
Next article
4 Tips yang Harus Anda Ketahui Saat Akan Klaim Asuransi Mobil

Rebranding Grand Inna Malioboro Menjadi Grand Hotel De Djokja

Yogyakarta, Venuemagz.com - Hotel legendaris Grand Inna Malioboro resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De...

Pemprov NTB Dorong IP Event di Wilayahnya Melalui Sertifikasi EO

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah...

Timor Leste Andalkan Sport Tourism dan Event untuk Memikat Turis

Dili, Timor-Leste, Venuemagz.com – Dua event pariwisata kelas dunia dan tambahan penerbangan ke Malaysia...

Indonesia Tourism Xchange 2026 Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki sebuah platform industri nasional...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Bobobox Gunakan Prinsip Modularitas dan Prefabrikasi

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah fokus mendorong pariwisata yang mempertimbangkan...

Kemenparekraf Kelola Sampah Makanan Untuk Dukung Isu Keberlanjutan di G20

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendukung isu-isu yang menjadi perbincangan selama perhelatan...