Kemenparekraf Targetkan 30 Juta UMKM Go Digital Pada 2023

Thursday, 09 September 21 Bonita Ningsih

Pandemi COVID-19 memicu terjadinya akselerasi proses digitalisasi, termasuk bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Berdasarkan survei We Are Social pada April 2021, ada sekitar 88,1 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk berbelanja produk.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mendorong para pelaku parekraf serta UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi dalam mengembangkan bisnisnya. Tujuannya adalah untuk membangkitkan perekonomian nasional di tengah pandemi COVID-19 hingga menjadi pandemic winner.

“Di masa penuh tantangan seperti saat ini, kita harus mampu menangkap peluang secara kreatif sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi dan menjadi pandemic winner,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

BACA JUGA:   11 Wisata Unggulan di Samosir

Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk membantu para pelaku parekraf dan UMKM agar mampu memanfaatkan digitalisasi dengan baik. Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk membantu UMKM masuk ke platform digital.

Melalui program tersebut, terdapat 3,7 UMKM yang sudah bergabung ke platform digital pada tahun 2020.  Hingga saat ini, pelaku UMKM yang sudah go-digital mencapai 11,7 juta dari sebelumnya yang hanya berjumlah 8 juta UMKM.

“Kami targetkan total 30 juta UMKM onboarding hingga akhir tahun 2023,” Sandiaga menambahkan.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Akan Bangun Politeknik Pariwisata Negeri di Sragen

Kemenparekraf juga akan mengoptimalkan kegiatan bimbingan teknis dengan menggunakan model pembelajaran jarak jauh dan memanfaatkan teknologi. Hal ini dilakukan agar lebih efisien karena biasanya kegiatan tersebut memakan biaya tinggi dengan mengunjungi berbagai titik daerah Indonesia.

“Cara ini juga dapat menyambungkan pelatih-pelatih berkualitas dari dalam maupun luar negeri. Ini semua merupakan contoh pemanfaatan teknologi yang efisien bagi pasar dan pemangku kepentingan,” ungkap Sandiaga.

Setiap program yang berhubungan dengan digitalisasi, Sandiaga, akan melibatkan para generasi muda yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan bangsa. Sandiaga juga meminta agar seluruh generasi muda Indonesia dapat senantiasa cermat dalam melakukan inovasi, adaptasi, juga kolaborasi.

BACA JUGA:   Indonesia Convention And Exhibition Bureau Akan Diresmikan Tahun Ini

“Kuncinya adalah generasi muda. Mereka akan menjadi pemeran utamanya di tahun 2045 dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ucapnya lagi.

Selain itu, pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan ekosistem startup di Indonesia dalam berinovasi. Harapannya agar dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi besar Indonesia menjadi negara maju yang memiliki kekuatan ekonomi digital terbesar di dunia.