Kementerian Pariwisata Serius Menggarap Pasar Prancis Selatan

Monday, 05 February 18   17 Views   0 Comments   Harry Purnama
Salon du Tourisme Mahana Toulouse

Konjen Republik Indonesia (KJRI) Marseille di Prancis akan mempromosikan Wonderful Indonesia di dua event besar. Pertama, presentasi pariwisata Indonesia pada 8 Februari 2018 di hotel Ibis Style di Kota Toulouse, Prancis. Kedua, Salon du Tourisme Mahana Toulouse yang juga dilangsungkan di Kota Toulouse pada 9-11 Februari 2018.

“KJRI Marseille kembali mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Keikutsertaan dalam pameran pariwisata internasional terbesar di Prancis Selatan itu diharapkan bisa mempromosikan destinasi favorit di Indonesia,” ujar Elisabeth Heri Budiastuti dari Konjen RI Marseille.

Di pameran Salon du Tourisme Mahana Toulouse, KJRI bersama Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Prancis melakukan presentasi selama tiga hari berturut-turut. Eka Moncarre, Direktur VITO Prancis, mengajak seluruh pengunjung pameran menikmati keindahan alam dan keanekaragaman budaya Indonesia.

Selain mendengarkan presentasi, pengunjung juga akan disuguhkan pertunjukan tarian tradisional dan lagu daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Penampilan itu dibawakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Toulouse.

“Masyarakat Prancis semakin mengenal dan mencintai Indonesia. Hal ini terlihat dari kedatangan wisatawan mancanegara asal Prancis ke Indonesia yang selalu meningkat tiap tahunnya. Partisipasi Indonesia dalam pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan beberapa dari 10 destinasi wisata prioritas baru kepada masyarakat wilayah Haute-Garonne dan sekitarnya. Destinasi tersebut adalah Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Mandalika,” ujar Elisabeth.

Di pameran tersebut Wonderful Indonesia akan berlari lebih kencang. Pasalnya, sehari sebelumnya KJRI bersama VITO Prancis sudah melakukan penetrasi ke pasar Prancis. Sekitar 40-50 biro perjalanan Prancis menjadi targetnya. Tujuannya jelas: untuk meyakinkan biro perjalanan Prancis jika Indonesia adalah destinasi yang berkelas dunia.

“Jadi kita curi start duluan. Kita buat presentasi pariwisata Indonesia tanggal 8 Februari di hotel Ibis Style di Toulouse. Kita rayu dulu industri wisata di Prancis sehari sebelumnya. Ini penting, kita ingin Wonderful Indonesia sudah tertanam lebih dulu,” kata Eka Moncarre.

“Nanti juga akan dihidangkan kue-kue khas Indonesia yang akan disediakan oleh KJRI. Kita hadirkan Indonesia di Toulouse. Ini merupakan peran aktif kita dalam memperluas pangsa pasar dari Prancis Selatan,” ujar Eka.

Dari data Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan Prancis ke Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2017 menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Angkanya mencapai 144.676 wisman, meningkat 7,20 persen dari periode yang sama pada 2016 yang ada di angka 134.965 kunjungan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengklaim pihaknya serius menggarap wisatawan asal Prancis. Negara yang memiliki landmark Menara Eifel itu merupakan pasar yang sangat potensial untuk Indonesia. Dengan penduduk 66 juta orang, Indonesia merupakan salah satu negara favorit bagi orang Prancis.

“Pada 2017, Indonesia menjadi negara Top 5 favorit pilihan orang Prancis. Apalagi sekarang tidak diperlukan visa untuk berkunjung ke Indonesia selama maksimum 30 hari,” kata Arief.