Kenalkan Destinasi, Kabupaten Bandung Gelar Berbagai Event

Monday, 06 August 18 0 Comments   Venue
Kabupaten Bandung

Alam pegunungan menjadi salah satu kekuatan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Obyek wisata seperti Tebing Keraton, Situ Patengang, Kawah Putih, Bumi Perkemahan Ranca Upas, dan Glamping Lakeside Rancabali merupakan beberapa obyek wisata di kabupaten ini yang akrab di telinga wisatawan.

Menurut Agus Firman Zaini, Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, pesona alam menjadi magnet utama obyek wisata tersebut yang dalam istilah zaman now memiliki banyak tempat Instagramable.

“Informasi keindahan obyek-obyek wisata tersebut pun secara masif tersebar di dunia maya. Orang pun berbondong-bondong berwisata ke Kabupaten Bandung,” ungkap Agus kepada wartawan saat jumpa media dalam kegiatan Outbond Wartawan Pariwisata Bersama Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata di Rancabali beberapa waktu lalu.

Namun sayang, popularitas obyek wisata tersebut tidak serta-merta mengangkat pamor Kabupaten Bandung sebagai destinasi wisata. Kebanyakan wisatawan menganggap obyek-obyek wisata tersebut berada di Kota Bandung yang memang sudah lebih dahulu dikenal sebagai salah satu kota pariwisata.

“Salah satu kendala kami dalam sektor pariwisata adalah berada di bawah bayang-bayang Kota Bandung. Wisatawan lebih mengenal Kota Bandung, padahal destinasi yang mereka kunjungi ada di wilayah kami,” ungkapnya.

Menggelar event menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk lebih mengakrabkan obyek wisata di kabupaten ini kepada pelancong. “Kami membuat event dengan nama yang tidak menggunakan kata Bandung,” terang Agus.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengedukasi wisatawan mengenai Kabupaten Bandung dan mengerti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung merupakan destinasi yang berbeda. Beberapa event yang digelar Kabupaten Bandung selama 2018 di antaranya Sabilulumpat Color Run, Festival Cimenyan, Festival Puntang, Festival Kamojang, dan Lake to Lake Fun Bike.

“Kami juga menggelar Festival Lumpur Sipatahunan pada April lalu. Event ini digelar untuk mempromosikan Situ Sipatahunan yang belum dikenal wisatawan dari luar Kabupaten Bandung. Event ini sekaligus mengenalkan dan melestarikan seni budaya asal Tanah Sunda,” ungkapnya.

Dalam Festival Sipatahunan ditampilkan berbagai atraksi dan kegiatan yang berada dalam lumpur, seperti menanam padi, menanam benih ikan, termasuk atraksi pencak silat di atas lumpur. Selain itu, ada juga kegiatan melukis di atas rakit di Situ Sipatahunan.

Penulis: Erwin Gumilar