Kabupaten Bandung Siap Kembangkan MICE

Monday, 06 August 18 Venue

Pengembangan sektor MICE menjadi salah satu upaya yang ditempuh Kabupaten Bandung dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata dan peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata. Agus Firman Zaini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, mengatakan, MICE merupakan salah satu sektor yang mampu mengundang wisatawan datang ke satu daerah.

“Salah satu upaya untuk mewujudkan itu adalah Kabupaten Bandung melengkapi dengan membangun venue MICE,” ujar Agus kepada wartawan dalam kegiatan Outbond Wartawan Pariwisata bersama Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata di Rancabali, Kabupaten Bandung, (2/8).

Saat ini, Kabupaten Bandung memiliki Gedung Budaya Sabilulungan. Bangunan yang resmi dioperasikan pada 20 Mei 2014 tersebut menjadi tempat representatif sebagai tempat untuk menggelar berbagai kegiatan.

“Gedung Budaya Sabilulungan memiliki ruang pertunjukan dengan kapasitas hingga 840 orang,” ungkapnya.

Agus mengungkapkan, selain itu Gedung Budaya Sabilulungan juga dilengkapi dengan venue semi-outdoor yang dapat menampung hingga 5.000 orang bernama Bale Rame.

“Ke depan, kami dalam perencanaan membangun convention hall dengan kapasitas 5.000 orang. Lokasinya masih di lingkungan Gedung Budaya Sabilulungan. Sudah disediakan tanah seluas 4 hektare di belakang Bale Rame untuk kebutuhan convention hall,” jelasnya.

Dirinya optimistis MICE akan menjadi sektor yang prospektif bagi Kabupaten Bandung. Beroperasinya jalan tol Soroja-Pasir Koja yang menghubungkan Soreang, ibu kota Kabupaten Bandung, dengan Kota Bandung menjadi faktor pendukung pengembangan MICE di kabupaten ini.

Sementara itu, Vena Andriawan, Kepala Bidang Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, mengatakan, selain faktor jalan tol, semakin sesaknya Kota Bandung menjadi pertimbangan para penyelenggara event untuk mencari alternatif baru menggelar kegiatan.

“Sekarang ini kami merangkul berbagai komunitas untuk menggelar kegiatan. Kami juga menawarkan harga yang terjangkau sebagai upaya mengundang orang menggelar kegiatan di Gedung Budaya Sabilulungan, sekaligus mengenalkan venue agar lebih dikenal luas,” jelasnya.

Penulis: Erwin Gumilar