Desa Wisata Akan Menjadi Program Unggulan Kemenparekraf

Monday, 08 March 21 Harry Purnama
homestay di desa wisata marinsow likupang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berkali-kali menegaskan bahwa industri pariwisata merupakan solusi kebangkitan ekonomi Indonesia usai didera pandemi COVID-19 selama satu tahun. Sandiaga juga menginginkan semakin banyak UMKM yang bertransformasi ke digital sehingga mereka bisa mencapai pasar yang lebih luas.

(Baca juga: Sandiaga Bawa 50 Investor Ke Likupang)

“Saya akan memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan untuk mereka bisa menjadi bagian komunitas digital. Targetnya tahun lalu 2 juta, tapi 4 juta yang sudah on boarding ke digital. Namun, menurut saya target utama harus 10-12 juta UMKM masuk digital,” ujar Sandiaga dalam kunjungan kerjanya ke destinasi super prioritas Likupang, Sulawesi Utara.

Selain itu, Kemenparekraf juga akan menjalankan program desa wisata yang merupakan program unggulan pemerintah.

“Desa wisata ini sangat komplet dan real di tengah masyarakat yang membuktikan bahwa pariwisata itu menyentuh hajat hidup orang banyak. Kami akan tegas untuk merealisasikan, agar kami juga bisa mampu untuk mewujudkan ini semua,” ujar Sandiaga.

BACA JUGA:   CCC AXA Mandiri Permudah Layanan Turis di Bali

(Baca juga: Likupang Akan Dijadikan Destinasi Sport Tourism)

Beberapa desa wisata yang sedang dikembangkan oleh Kemenparekraf berada di kawasan destinasi super prioritas Likupang, antara lain desa wisata Marinsow, desa wisata Pulisan, dan desa wisata Kinunang. Menurut Sandiaga, ada tujuh desa wisata yang sedang dikembangkan di Likupang.

“Saya hari ini (6 Maret 2021) di desa Marinsow mencanangkan bahwa desa wisata akan menjadi program unggulan Kemenparekraf untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujar Sandi.

(Baca juga: Sandiaga Uno: Likupang Butuh Jaringan. Tolong Diviralkan!)

Sandiaga menambahkan, sebagian desa yang ada di Likupang masih berupa desa rintisan, dan sebagian lagi sudah desa maju.

“Kita akan dorong terus untuk menjadi desa mandiri. Nah, untuk menjadi desa mandiri itu mereka harus punya kekuatan ekonomi kreatif, atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang betul-betul bisa kita kemas dalam satu paket wisata. Karena menurut kami, ini yang menjadikan program unggulan agar destinasi super prioritas ini tidak eksklusif, tapi inklusif yang merangkul masyarakat menengah dan menengah ke bawah,” ujar Sandi.

BACA JUGA:   IVENDO Kembangkan SDM Desa Wisata dalam Hal Pelaksanaan Event

(Baca juga: Sandiaga Uno Menguji Kelaikan Jalur Triathlon di Likupang)

Di desa wisata Marinsow, desa wisata Pulisan, dan desa wisata Kinunang sendiri telah dibangun ratusan homestay yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

“Desa wisata dan program homestay yang kami pandu bersama KemenPUPR ini adalah wujud nyata pemerintah hadir untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujar Sandi.

Homestay ini hanya Rp200.000, sudah tersedia tempat yang sangat nyaman, sangat aman, dan representatif. Kita ingin ini merupakan keunggulan kita,” ujar Sandiaga.

BACA JUGA:   IVENDO Ingin Jadikan Pengelola Desa Wisata Sebagai EO Profesional

(Baca juga: Sandiaga Uno Harapkan Bandara Baru Sam Ratulangi Miliki Creative Hub)

Secara keseluruhan di Likupang sudah ada 236 homestay berupa homestay usaha. Lalu, ada yang sifatnya homestay koridor untuk mendukung kawasan pariwisata, yaitu yang berada di sekitar jalan-jalan utama di kawasan Likupang.

Ke depan, Kemenparekraf akan melakukan pendampingan kepada pemilik homestay agar dapat meningkatkan kapasitas dan pelayanan.

“Infrastruktur kalau tidak didampingi SDM yang kuat, pasti akan menurun kualitasnya. Kemenparekraf bekerja sama dengan para stakeholder ingin meningkatkan kapasitas masyarakat supaya mereka bisa onboarding teknologi,” ujar Sandi Uno.