Kontribusi Pelaku Pariwisata Singapura Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Wednesday, 10 February 21 Bonita Ningsih

Pariwisata menjadi salah satu industri yang terdampak dari adanya pandemi COVID-19, termasuk di negara Singapura. Meskipun bisnis pariwisata berada di masa sulit, pelaku usaha terkait di Singapura memainkan peranannya untuk memutus penyebaran virus COVID-19.

Sejak awal pandemi, pelaku pariwisata seperti hotel, pemandu wisata, dan juga kapal pesiar menawarkan jasanya untuk membantu pemerintah setempat melawan COVID-19. Saat itu, pelaku hotel menawarkan propertinya untuk menyediakan fasilitas karantina pemerintah, fasilitas isolasi swab, dan juga stay-home notice facilities (SDFs).

Data yang didapat pada 31 Desember, sudah ada lebih dari 70 hotel berfungsi sebagai SDFs dengan menampung lebih dari 80.000 orang. Selain disediakan fasilitas yang memadai, SDFs juga mendapat dukungan dari 2.300 pekerja garda terdepan di sektor perhotelan.

BACA JUGA:   Perkuat Pasar Asia, Accor dan tiket.com Jalin Kemitraan Strategis Global

Kemudian, pemandu wisata membantu penanganan COVID-19 dengan mengambil peran sebagai Safe Distancing Ambassadors (SDA). Sejak April 2020, sudah ada 150 pemandu wisata yang bergabung ke dalam SDA. Mereka memanfaatkan keterampilan bahasanya untuk mendorong kepatuhan terhadap langkah safe management measures (SMMs). Targetnya, jumlah pemandu wisata yang bergabung akan bertambah menjadi 250 orang dalam beberapa bulan mendatang.

Sedangkan industri kapal pesiar telah menyediakan asrama bagi pekerja migran dunia agar tidak melakukan pergerakan selama pandemi berlangsung. Cara ini dilakukan sejak awal tahun 2020 dan bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 bagi para pekerja migran. Saat itu, kapal pesiar sebagai akomodasi di dalamnya, dapat menampung lebih dari 8.200 pekerja untuk melakukan pemulihan terhadap virus COVID-19.

BACA JUGA:   Saingi Indonesia, Malaysia Siapkan Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura

Setelah sukses menjadi tempat karantina untuk COVID-19, industri kapal pesiar mulai kembali aktif dalam menjalankan bisnisnya. Untuk membangun kembali permintaan dan kepercayaan pelanggan terhadap kapal pesiar, industri ini meluncurkan Cruise Ship Certification. Sebuah program audit dan sertifikasi wajib untuk jalur pelayaran sebelum memulai berlayar.

Terbukti, dengan adanya Cruise Ship Certification, kapal pesiar yang sudah mulai berlayar tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran COVID-19. Terhitung sejak 31 Desember 2020, 33 kapal pesiar yang membawa lebih dari 42.000 penumpang telah selesai berlayar tanpa ada insiden penularan COVID-19.