BerandaNewsKontribusi Pelaku Pariwisata Singapura Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Kontribusi Pelaku Pariwisata Singapura Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Published on

spot_img

Pariwisata menjadi salah satu industri yang terdampak dari adanya pandemi COVID-19, termasuk di negara Singapura. Meskipun bisnis pariwisata berada di masa sulit, pelaku usaha terkait di Singapura memainkan peranannya untuk memutus penyebaran virus COVID-19.

Sejak awal pandemi, pelaku pariwisata seperti hotel, pemandu wisata, dan juga kapal pesiar menawarkan jasanya untuk membantu pemerintah setempat melawan COVID-19. Saat itu, pelaku hotel menawarkan propertinya untuk menyediakan fasilitas karantina pemerintah, fasilitas isolasi swab, dan juga stay-home notice facilities (SDFs).

Data yang didapat pada 31 Desember, sudah ada lebih dari 70 hotel berfungsi sebagai SDFs dengan menampung lebih dari 80.000 orang. Selain disediakan fasilitas yang memadai, SDFs juga mendapat dukungan dari 2.300 pekerja garda terdepan di sektor perhotelan.

BACA JUGA:  Kapal Pesiar Disney Adventure Siap Berlayar dari Singapura pada Maret 2026

Kemudian, pemandu wisata membantu penanganan COVID-19 dengan mengambil peran sebagai Safe Distancing Ambassadors (SDA). Sejak April 2020, sudah ada 150 pemandu wisata yang bergabung ke dalam SDA. Mereka memanfaatkan keterampilan bahasanya untuk mendorong kepatuhan terhadap langkah safe management measures (SMMs). Targetnya, jumlah pemandu wisata yang bergabung akan bertambah menjadi 250 orang dalam beberapa bulan mendatang.

BACA JUGA:  Bebas Visa Kunjungan Bagi Permanent Resident Singapura ke Kepulauan Riau

Sedangkan industri kapal pesiar telah menyediakan asrama bagi pekerja migran dunia agar tidak melakukan pergerakan selama pandemi berlangsung. Cara ini dilakukan sejak awal tahun 2020 dan bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 bagi para pekerja migran. Saat itu, kapal pesiar sebagai akomodasi di dalamnya, dapat menampung lebih dari 8.200 pekerja untuk melakukan pemulihan terhadap virus COVID-19.

Setelah sukses menjadi tempat karantina untuk COVID-19, industri kapal pesiar mulai kembali aktif dalam menjalankan bisnisnya. Untuk membangun kembali permintaan dan kepercayaan pelanggan terhadap kapal pesiar, industri ini meluncurkan Cruise Ship Certification. Sebuah program audit dan sertifikasi wajib untuk jalur pelayaran sebelum memulai berlayar.

BACA JUGA:  Menanti Hadirnya Juklak

Terbukti, dengan adanya Cruise Ship Certification, kapal pesiar yang sudah mulai berlayar tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran COVID-19. Terhitung sejak 31 Desember 2020, 33 kapal pesiar yang membawa lebih dari 42.000 penumpang telah selesai berlayar tanpa ada insiden penularan COVID-19.

spot_img

Samara Lombok Menjadi Destination by Hyatt Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok baru saja mengamankan investasi penting dari Westgrove. Dengan demikian,...

FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Program yang Lebih Luas dan Kolaboratif

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions resmi meluncurkan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026....

Musisi Muda Bernadya hingga Idgitaf Siap Meriahkan Panggung Indonesia Women 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia Women Fest 2026 akan digelar. Acara persembahan...

ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Plant-Based

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali, hotel butik bertema seni dan gaya hidup di...

Pertunjukan Kembang Api Bertema Disney Cruise Line Meriahkan Marina Bay

Singapura, Venuemagz.com – Area Marina Bay akan berubah menjadi destinasi tepi laut paling memukau...

Singapura Targetkan Pertumbuhan Berkualitas Hingga 2040

Filipina, Venuemagz.com -Singapura menyambut 16,9 juta wisatawan internasional sepanjang tahun 2025, atau naik 2,3...

Kapal Pesiar Disney Adventure Siap Berlayar dari Singapura pada Maret 2026

Singapura, Venuemagz.com -- Peluncuran perdana kapal pesiar Disney Adventure dari Singapura resmi dijadwalkan pada...