BerandaNewsMenparekraf Sebut Tingkat Hunian Hotel Mencapai 100 Persen Saat Libur Nataru

Menparekraf Sebut Tingkat Hunian Hotel Mencapai 100 Persen Saat Libur Nataru

Published on

spot_img
spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumumkan adanya peningkatan okupansi hotel saat liburan Natal dan Tahun Baru 2023. Berdasarkan data yang diterima Kemenparekraf, tingkat hunian (okupansi) hotel di kawasan destinasi wisata mampu mencapai 100 persen pada periode liburan tersebut.

“Kita sudah dapatkan berita dari beberapa destinasi unggulan seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Bali yang menjadi tujuan hotel favorit bahwa di sana okupansi full 100 persen para periode libur Nataru kemarin,” kata Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat “Weekly Brief with Sandi Uno” secara virtual belum lama ini. 

BACA JUGA:  Rayakan Hari Pahlawan dengan Konser Peluncuran Album Lagu WR Soepratman 

Sedangkan, menurut Sandiaga, rata-rata okupansi hotel di Indonesia pada periode Nataru telah menyentuh di angka 80 hingga 90 persen. Menurutnya angka tersebut didapatkan karena beberapa hotel di destinasi wisata tidak mengalami peningkatan okupansi.

“Ini sangat disayangkan di wilayah Pesisir Selatan dan Utara Pulau Jawa tidak full okupansi hotelnya. Alasannya karena cuaca ekstrim yang terjadi di akhir tahun dan ada kekhawatiran dari masyarakat sehingga ada penurunan sedikit di hotel-hotel sana,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  NATIVE Berikan Pengalaman Membuat Mocktail Virtual

Sutrisno Iwantono, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengaku senang dengan adanya kenaikan okupansi hotel dan peningkatan bisnis restoran saat momen Nataru kemarin. Bahkan, beberapa daerah yang juga mengalami cuaca ekstrim tidak memengaruhi kinerja positif dari hotel dan restoran di momen tersebut.

“Akhir Desember kemarin itu menandakan adanya kenaikan okupansi di hotel dan restoran. Padahal, kami memperkirakan akan ada badai banjir tetapi semuanya bisa dialihkan sehingga angkanya cukup signifikan mengalami kenaikannya,” ucap Sutrisno yang juga hadir dalam “Weekly Brief with Sandi Uno”.

BACA JUGA:  Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia Untuk Pulihkan Sektor Wisata

Tak sampai di sana, Sutrisno, juga optimistis bisnis hotel dan restoran pada 2023 akan semakin baik meskipun ada isu resesi. Menurutnya, hal tersebut dapat diatasi dengan dukungan pemerintah setempat dan pihak terkait lainnya agar dapat mendukung permintaan wisatawan.

“Pencabutan PPKM kemarin menjadi hadiah tahun baru dan penutupan tahun lalu. Kami memang menyadari belum sepenuhnya kembali seperti tahun 2019, tetapi, dengan tren yang selalu meningkat kami yakin di 2023 bisnis kita akan lebih tinggi lagi,” ungkapnya lagi.

spot_img
spot_img

Resmi Dibuka, FHI 2026 Dorong Kolaborasi Global dan Investasi Parekraf

Jakarta, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI)...

Tetap Bugar Saat Menginap di Archipelago Hotels

Wellness tourism kini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling pesat dalam industri pariwisata...

Jelajahi Keindahan Bawah Laut Lewat Tropical Paradise Takeover Buttonscarves di PIK 2 

Tangerang, Venuemagz.com - Tren berbasis fashion tourism kini semakin menggeliat di tanah air. Fenomena...

Resmi Dilantik, Menpar Widiyanti Wardhana Perkuat Pariwisata dengan Empat Strategi Utama 

Widiyanti Wardhana resmi menjabat sebagai Menteri Pariwisata Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih Presiden...

Sandiaga Uno Serah Terima Jabatan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Baru

Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan Menteri Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif baru dalam susunan...

Wonderful Indonesia dan Avoskin Luncurkan Paket Skincare untuk Traveling

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama brand kecantikan lokal, Avoskin, melakukan kerja sama...