Singapura – Venuemagz.com. Diselenggarakan oleh Messe Berlin Asia Pacific, Konferensi ITB Asia 2025 akan menghadirkan tiga hari konten terkurasi di tiga panggung spesial—Knowledge Theatre, MICE Show Asia Theatre, dan Travel Tech Asia Theatre—yang akan menjelajahi bagaimana industri perjalanan dan pariwisata dapat membangun masa depan yang lebih gesit dan inklusif serta mempersiapkan diri untuk tantangan mendatang.
“Di masa perubahan yang cepat, ITB Asia menjadi platform penting bagi komunitas perjalanan global untuk bertukar ide, mendapatkan perspektif baru, dan merumuskan strategi masa depan. Acara ini menyoroti fokus kami dalam memanfaatkan teknologi, memajukan keberlanjutan, dan merancang ulang pengalaman wisatawan agar tantangan berubah menjadi peluang,” kata Darren Seah, Direktur Eksekutif Messe Berlin Asia Pacific, penyelenggara ITB Asia.
Sambutan Pembuka dari Pemimpin Global
ITB Asia Conference akan dibuka oleh Michael Shoory, Head of APAC Tourism Analysis di Tourism Economics, yang akan memaparkan perspektif komprehensif tentang perjalanan ke dan di dalam kawasan Asia Pasifik, termasuk perubahan pasar asal wisatawan, masa depan perjalanan bisnis dan MICE, serta faktor ekonomi yang membentuk permintaan.
Selanjutnya, Nick Lim, CEO (Asia) The Travel Corporation, akan membagikan pandangan tentang bagaimana pengalaman perjalanan di Asia berkembang seiring ekspektasi, dinamika budaya, dan inovasi industri.
Knowledge Theatre
Panggung ini mempertemukan eksekutif dan pemimpin senior untuk membahas isu strategis industri dan membagikan visi mereka tentang masa depan sektor perjalanan dan pariwisata.
Sarah Wang, Regional Director Asia untuk World Travel & Tourism Council (WTTC), akan membahas pendorong utama pertumbuhan ekonomi perjalanan Asia Pasifik, fokus pada preferensi wisatawan yang berubah dan peluang ekspansi pasar.
Todd Handcock, Global Chief Commercial Officer dan Asia Pacific Executive Chair di Collinson International, serta Katrina Nicholas, Asia Transport Team Leader dan Deputy Managing Editor for Global Business Bloomberg akan memaparkan temuan dari “2025 Asia Pacific Consumer Happiness Report” dan menjelaskan bagaimana perjalanan dapat meningkatkan kebahagiaan, membangun loyalitas merek, dan menciptakan nilai pelanggan seumur hidup.
Chew Hang Song, Chief Operating Officer di Frasers Hospitality, akan mendalami respons sektor perhotelan terhadap permintaan pengalaman yang personal, mulus, berbasis teknologi, serta pentingnya keseimbangan inovasi teknologi dengan layanan manusia.
MICE Show Asia Theatre
Panggung ini menyoroti perkembangan terbaru dalam acara bisnis, perjalanan korporat, dan inovasi rapat. Vishal Sawant, Chief Experience Officer India di ATPI, dan Sheryn Sethoe, Head of MICE Asia di ATPI, akan membahas bagaimana sektor perjalanan bisnis Asia mengintegrasikan teknologi pintar tanpa kehilangan sentuhan manusia.
Eugene Ng, Senior Vice President dan Executive Creative Director Asia di Jack Morton Worldwide, akan berbagi strategi menciptakan pengalaman acara yang imersif dan multisensori yang memikat audien.
Ilaria Cicero, CEO IEG Asia, dan Errol Lim, COO Jublia, akan membahas evolusi networking dalam acara MICE dari interaksi tradisional menuju koneksi yang bertujuan menciptakan ROI dan pengalaman bermakna bagi peserta.
Travel Tech Asia Theatre
Di panggung Travel Tech Asia, para inovator industri akan mendiskusikan teknologi yang mendefinisikan ulang pariwisata. Masahiro Yamashita, Senior Director APAC di KAYAK, akan memaparkan bagaimana AI generatif mengubah keterlibatan dan personalisasi perjalanan.
Scott Krivokopich, Co-Founder dan Managing Partner 1982 Ventures, akan membagikan wawasan tentang bagaimana modal ventura mengidentifikasi dan berinvestasi pada inovasi travel tech yang menjanjikan, mulai AI untuk perencanaan perjalanan hingga solusi mobilitas tanpa batas.
Léa Vernet, Vice President of Partnerships & Connectivity di D-EDGE Hospitality Solutions, akan memberikan contoh nyata tentang bagaimana kemitraan dan konektivitas dapat mentransformasi ekosistem perhotelan menuju kelincahan dan pengalaman tamu yang lebih baik.
Kolaborasi Penggerak Pengetahuan Industri
Konferensi ITB Asia 2025 didukung kolaborasi erat bersama organisasi pariwisata dan perjalanan paling berpengaruh dunia, mengukuhkan posisinya sebagai platform pertukaran pengetahuan terdepan di industri. Mitra strategis tidak hanya menambah kredibilitas dan keahlian, tetapi juga secara aktif membentuk konten, membagikan wawasan terbaru, dan menumbuhkan diskusi inspiratif yang akan memengaruhi masa depan pariwisata global.
Adventure Travel Trade Association (ATTA): Sebagai suara utama komunitas wisata petualangan, ATTA akan memimpin sesi khusus tren petualangan, keberlanjutan, dan inovasi. Peserta dapat bergabung dalam AdventureCONNECT yang dirancang untuk membangun kemitraan bermakna antar-pelaku wisata petualangan.
Global MICE Collaborative: Dengan keahlian mendalam dalam pameran, pertemuan, dan perjalanan insentif, Collaborative akan memberikan pembaruan eksklusif tentang evolusi sektor MICE dan kembali mengadakan program sertifikasi MICE Fundamentals untuk membekali profesional dengan pengetahuan esensial di bidang ini.
Global Sustainable Tourism Council (GSTC): Sebagai penggerak utama pariwisata berkelanjutan dunia, GSTC akan memimpin sesi tentang praktik terbaik dan kerangka kerja integrasi keberlanjutan dalam operasional bisnis dan MICE, serta strategi aksi nyata untuk dampak jangka panjang.
STR: Dikenal karena kecerdasan pasar, STR akan memaparkan data kinerja hotel di Asia Tenggara dan memoderasi Hotel Leaders’ Panel untuk merangsang diskusi di kalangan eksekutif perhotelan mengenai peluang dan tantangan industri.
Tourism Economics: Sebagai mitra pengetahuan utama, Tourism Economics akan menyajikan analisis mendalam tren perjalanan APAC, mengulas perubahan perilaku wisatawan, faktor pendorong permintaan, dan pengaruh makro ekonomi.
Uncommon Conferences: Sebagai mitra baru di tahun 2025, Uncommon Conferences akan membawakan sesi interaktif inovasi acara, membekali penyelenggara dengan strategi kreatif untuk menciptakan pengalaman acara yang lebih berdampak dan menarik.
World Research Travel Organisation (WRTO): Mitra baru lainnya, WRTO akan menyelenggarakan sesi tentang sektor wisata edukasi yang berkembang, memberikan wawasan tentang bagaimana riset pariwisata dapat membentuk pertukaran budaya dan peluang pembelajaran global.






KOMENTAR
0