BerandaNewsPenggunaan Teknologi Tepat Guna di Era New Normal

Penggunaan Teknologi Tepat Guna di Era New Normal

Published on

spot_img
spot_img

Pelaku industri Tanah Air mulai menghadapi kenormalan baru dalam melaksanakan bisnis dan pekerjaannya. Berbagai protokol kesehatan telah dipersiapkan pelaku usaha, khususnya yang berhubungan dengan ruang publik berskala besar, seperti hotel, pengelola gedung perkantoran, properti, lembaga pendidikan, pengelola transportasi, dan lainnya.

Ivan Sie, Multinasional ICT and loT Consultant, menjelaskan, pelaksanaan new normal pada sebuah gedung harus memerhatikan tiga hal, yakni touchless possibilities, physical distances, dan juga technologies options. Menurutnya, tiga hal ini harus diterapkan secara berdampingan agar penyebaran virus COVID-19 dapat diminimalisir.

“Tentunya penggunaan masker, menjaga kebersihan badan, dan membersihkan area publik secara rutin juga menjadi bagian yang penting di sini,” ujar Ivan.

Penerapan touchless possibilities dapat dilakukan saat registrasi pengunjung, di area lift, hingga penggunaan ruang meeting. Sementara physical distancing wajib dilakukan di area lobi, lift, hingga koridor sebuah bangunan.

Bagian terpenting dari penerapan new normal saat ini ialah penggunaan teknologi yang dapat dengan mudah mendeteksi virus. Ivan menjabarkan pilihan teknologi yang dapat digunakan saat ini ialah melalui aplikasi mobile, face recognition, QR Code, dan UV-C.

BACA JUGA:  Merayakan 13 Tahun Perjalanan Opus One Concept Store

Penggunaan teknologi ini sudah dapat dirasakan dari pintu masuk sebuah gedung. Setiap orang harus diukur suhu tubuhnya menggunakan termometer infra merah atau Thermal CCTV Camera. Alat ini juga berfungsi untuk mendeteksi dan mengawasi orang-orang yang berada di sekitar gedung atau ruangan.

“CCTV ini bisa melihat berapa orang yang ada di suatu ruangan dan juga memonitor siapa saja yang ada di sekeliling kita. Jadi, fungsinya ini bisa mengatur physical distancing juga,” ungkapnya lagi.

Teknologi lainnya yang dapat digunakan untuk memasuki sebuah gedung ialah dengan menggunakan face recognition. Menurutnya, alat ini memiliki banyak fungsi, di antaranya ialah mengukur suhu tubuh, mendeteksi kelengkapan protokol kesehatan di bagian wajah, hingga membantu absensi bagi seorang karyawan kantor.

BACA JUGA:  Wisata Medis akan Tumbuh 25 Persen Per Tahun

“Ini juga bisa mendeteksi apakah orang itu sudah menggunakan masker atau belum di sebuah ruangan. Alat ini juga sebagai salah satu cara untuk mengurangi sentuhan terhadap suatu benda,” ujar Ivan.

Selain itu, teknologi UV-C dilakukan sebagai metode sterilisasi ruangan dengan memerhatikan prosedur keamanan dalam pelaksanaannya. Sinar UV-C ini efektif menghancurkan mikroba penyebab penyakit seperti virus, bakteri, dan jamur.

Chandra Wirapati, Security Design Consultant, mengungkapkan, meskipun saat ini pilihan teknologi sudah banyak, tetapi pengelola gedung harus selektif dalam memilihnya. Pemilihan teknologi tepat guna sangat diperlukan di sini karena setiap gedung memiliki arsitektur yang berbeda-beda.

“Banyak produk-produk baru yang membuat kita ingin memiliki semuanya. Tetapi, kita harus hati-hati juga karena semuanya itu tergantung dari arsitektur sebuah gedung,” kata Chandra.

Ia mencontohkan, gedung dengan arsitektur minimalis dan tidak terlalu luas jangan menggunakan teknologi Thermal CCTV Camera. Pasalnya, alat ini dapat mendeteksi jarak antar-orang yang berada di dalam sebuah ruangan.

BACA JUGA:  Eva Mulia Clinic Luncurkan EM Priority, Layanan Perawatan Level Advance

“Kalau di bagian lobi tidak terlalu luas, jangan menggunakan teknologi yang dapat mendeteksi jarak. Mungkin bisa gunakan alat ini di lounge atau musala agar jaraknya dapat lebih diatur,” ungkap Chandra.

Jika demikian, teknologi face recognition menjadi jawaban yang paling tepat untuk digunakan di sebuah bangunan dengan arsitektur tidak terlalu luas. Hanya dengan mendeteksi bagian wajah, seseorang sudah dapat mengetahui suhu tubuhnya dan dapat menjadi akses pembuka ke dalam sebuah gedung.

“Di new normal ini, selain harus beradaptasi dengan perilaku baru, kita juga harus merencanakan penggunaan teknologi di masa mendatang. Pengelola gedung juga harus berani mengubah arsitektur di ruangannya agar dapat menggunakan teknologi yang tepat guna,” jelasnya lagi.

spot_img
spot_img
spot_img

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...

Ocean Mantra Village Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Retret yang Sesungguhnya

Jakarta, Venuemagz.com -- Ocean Mantra Village resmi dibuka di Indonesia sebagai destinasi retret yang...

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...