Desain Stan Pameran di Era New Normal

Wednesday, 17 June 20 Bonita Ningsih
Stan pameran
Foto: Venuemagz/Erwin

Di era kenormalan baru, berbagai industri harus mempersiapkan kebiasaan-kebiasaan baru untuk memulai kembali bisnisnya. Hal ini yang juga dilakukan pada industri pameran, salah satunya yang berhubungan dengan stan pameran. Selain mengutamakan protokol kesehatan, pengaturan stan pameran juga harus menjadi perhatian khusus di era new normal.

Dalam acara ASPERAPI Afternoon Talk Zoombinar Series dengan tema “Indonesia New NorMICE”, Iwan Jahya, Direktur Utama PT Wanindo Prima, mengatakan, ada lima ide yang dapat diterapkan oleh para kontraktor stan di era kenormalan baru ini.

Jarak gateway pameran

Menurut Iwan, jika di kondisi normal jarak gateway hanya 2,5 meter, dengan adanya pandemi ini gateway dibuat lebih luas dengan jarak tiga meter.

Sirkulasi peserta dan pengunjung

Di kondisi saat ini, pintu masuk dan pintu keluar pameran harus dibuat terpisah agar petugas keamanan lebih mudah mengatur sirkulasi orang yang masuk. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari sentuhan fisik antara orang yang masuk pameran dan keluar pameran.

Tidak perlu menggunakan dealing table

Dalam kondisi normal, penempatan dealing table di setiap stan pameran menjadi suatu hal yang wajar. Namun, dalam kondisi seperti ini, Iwan menyarankan agar setiap stan meniadakan dealing table agar mengurangi interaksi di dalam sebuah pameran.

“Kalau memang ada pengunjung yang mau menggunakan meja dealing, bisa kita setting meja ini di sebuah VIP Lounge. Ini biasanya terjadi pada pameran B2B yang menggunakan VIP Lounge untuk melakukan dealing antara peserta dengan pengunjung,” ujar Iwan.

Ukuran meja konter

Menurut Iwan, jika biasanya hanya membuat satu meja konter dengan ukuran 1 x 0,5 meter, sekarang dibuat meja dengan ukuran 1 x 1 meter. Dalam pembuatan meja konter ini, Iwan memberikan tiga jenis pilihan desain kepada kliennya. Alternatif pertama dengan menggunakan meja ukuran 1 x 1 meter, lalu alternatif kedua tetap menggunakan ukuran normal, yakni 1 x 0,5 meter dengan syarat ada tambahan partisi di bagian depan meja dengan ukuran 0,5 meter. Sementara untuk alternatif ketiga juga menggunakan ukuran meja 1 x 0,5 meter dengan tambahan akrilik di bagian depan meja.

“Alternatif ketiga ini jelas membutuhkan cost yang lebih mahal sehingga saya menyarankan agar memilih alternatif satu atau dua,” ujar Iwan.

Melarang pengunjung untuk masuk ke dalam stan pameran

Pada kasus ini, pelarangan ini dikhususkan bagi stan pameran yang berukuran standar 3 x 3 meter. Pasalnya, ukuran stan yang kecil lebih rawan dalam penularan virus sehingga pengunjung tidak diizinkan untuk masuk ke dalam stan.

Kendati demikian, bagi stan yang memiliki ukuran 6 x 3 meter masih diperbolehkan untuk menerima pengunjung ke dalam stan dengan memenuhi syarat physical distancing. Pengunjung yang masuk juga akan dibatasi, kurang lebih hanya 3-4 orang.

“Bagi pengunjung yang tidak bisa masuk, bisa kita akali dengan menempatkan display produk di bagian sisi kiri dan kanan stan. Jadi, pengunjung bisa melihat contoh-contoh produknya di display yang dipamerkan di depan stannya,” ucap Iwan.

Tidak hanya mempersiapkan ide merancang desain stan untuk era new normal, Iwan juga telah melatih para pekerjanya untuk menerapkan protokol kesehatan. Iwan telah mewajibkan seluruh pekerjanya untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker, helm, face shield, seragam, dan juga sepatu saat membangun sebuah stan pameran.

“Walaupun posisi kita sekarang tidak ada event, kita coba lakukan gladi resik dalam menghadapi new normal dan kita juga telah membiasakan tukang kita untuk menghadapi ini. Kita sudah membuat SOP baru pasca-COVID-19 untuk pekerja kita,” ujar Iwan.