BerandaNewsPengusaha Hostel Ikut Kembangkan Kawasan Kota Tua

Pengusaha Hostel Ikut Kembangkan Kawasan Kota Tua

Published on

spot_img

Pemerintah bersama pemangku kepentingan tengah gencar mengembangkan kawasan Kota Tua agar menjadi obyek wisata terkenal di Jakarta. Program yang sedang dijalankan tersebut ternyata mengundang banyak pengusaha untuk ikut andil dalam pengembangan kawasan Kota Tua.

Hendry Surjadi, pemilik hostel Mel’s Dorm, merupakan salah satu pengusaha yang ikut andil di dalamnya. Ketertarikan Hendry untuk membangun hostel tersebut dilandasi dari keinginannya untuk memajukan wisata Kota Tua yang selama ini masih kurang terlihat oleh khalayak luas.

“Saya melihat kebanyakan orang datang di kota tua hanya duduk beberapa jam terus pulang. Padahal, untuk menelusuri satu kota tua ini butuh waktu yang panjang. Makanya saya berani bangun hostel di dekat kota tua agar para wisatawan dapat melakukan perjalanan yang lebih panjang di sana,” ujar Hendry.

BACA JUGA:  Pelaku Industri MICE Harus Lebih Berani Bidding ke Luar Negeri

Sebenarnya pembangunan Mel’s Dorm itu merupakan program revitalisasi gedung Kerta Niaga yang berada di kawasan kota tua. Hendry berinvestasi di sana dan membuat sebuah ruangan khusus yang ia jadikan hostel di lantai dua.

“Waktu itu ada tawaran untuk melakukan investasi di satu gedung yang masuk ke dalam daftar revitalisasi. Lalu, saya merenovasi bagian dalamnya dan menyediakan prasarana seperti air karena di sana itu drainasenya kurang baik,” ujar Hendry.

BACA JUGA:  Banyuwangi Siapkan 99 Event Pariwisata di Tahun 2019

Keberanian Hendry melakukan investasi dalam merevitalisasi gedung Kerta Niaga didasari atas kepercayaannya terhadap potensi yang dimiliki kota tua. Bahkan, sejak tahun 2017, Hendry mengukuhkan diri sebagai investor tunggal dalam revitalisasi gedung yang di dalamnya akan dibangun Mel’s Dorm.

“Saya melihat ada peluang, dan perlu ada seseorang yang memulai. Di sana saya hanya investasi sendiri. Saya mau ajak orang, tapi saya ragu, takutnya orang itu tidak sabar dengan pembangunan hostel ini,” ujar Hendry.

Potensi dan peluang yang dilihat Hendry ialah berasal dari bangunan-bangunan tua yang terdapat di sekitar kawasan kota tua. Menurutnya, bangunan-bangunan bersejarah itu dapat mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke wilayah kota tua.

BACA JUGA:  Wapres Ma’ruf Amin Ingin Jadikan Indonesia Pusat Wisata Halal Dunia

“Gedungnya, hawanya, budayanya, itu yang kita lihat. Coba deh kita cari di luar sana apakah masih ada bangunan tua yang tersisa selain di sini? Makanya banyak orang asing yang main di Jakarta pasti dibawanya ke kota tua,” ujar Hendry.

Belum lagi kehadiran kaum milenial yang dirasa dapat mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Menurutnya, saat ini kaum milenial lebih menyukai jalan-jalan ke tempat wisata ketimbang hanya berdiam diri di rumahnya.

“Mereka saya lihat berpotensi untuk mobilitas yang tinggi. Mereka tidak lagi berlibur yang hanya setahun dua kali saja, jadi mereka lebih sering melakukan liburan. Ini bagus sehingga saya berani masuk ke segmen hostel tersebut,” ujar Hendry.

spot_img
spot_img

Mercure Jakarta Batavia dan Museum Wayang Hadirkan Pameran Wayang

Dalam rangka memperingati HUT ke-499 kota Jakarta, Mercure Jakarta Batavia berkolaborasi dengan Museum Wayang...

Masa Depan Pariwisata Asia Pasifik ada di Wisatawan Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com -- Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan...

InJourney Hospitality House Beri Pelatihan Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Venuemagz.com -- Pada 10-12 Juni 2026, PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT...

The Grand Platinum Jakarta Rayakan Hari Jadi Pertama

Jakarta, Venuemagz.com – Juni tahun ini, The Grand Platinum Jakarta merayakan hari jadinya yang...