Program Andalan Pemerintah Untuk Pulihkan Pariwisata Bali

Monday, 22 February 21 Bonita Ningsih
pariwisata bali gwk

Bali menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dari COVID-19. Hal ini terjadi lantaran pariwisata yang menjadi sektor paling diandalkan di Bali harus ditutup sementara akibat pandemi COVID-19.

Pada kuartal 4 tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai minus 12 persen dengan kumulatif minus 9,31 persen selama tahun 2020. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah akan menggenjot berbagai program untuk memulihkan kembali pariwisata di Bali.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, langkah utama yang telah diambil untuk pemulihan pariwisata Bali dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE.

“Proyeksi pemulihan pariwisata di Bali tahun 2021 sangat bergantung pada penanganan kasus COVID-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus COVID-19), tentu akan sangat luar biasa karena dapat membangun confidence to travel dari wisatawan,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga telah menyusun berbagai program pemulihan pariwisata lainnya, khususnya bagi Provinsi Bali, mulai dari usulan pinjaman lunak dengan total Rp9,4 triliun, peningkatan dan perluasan dana hibah pariwisata, hingga program padat karya untuk desa wisata. Kemenparekraf juga akan memberikan prioritas vaksin bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

“Sebanyak 80 persen masyarakat Bali bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan strategi pemulihan ini bisa kita lihat pertumbuhan ekonomi di Bali pada kuartal ketiga dan keempat,” ujar Sandiaga.

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menambahkan, pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan juga menjadi hal penting yang harus dilakukan di Provinsi Bali. Karenanya, Luhut meminta agar Pemprov Bali bersama pihak terkait lainnya, seperti Polri, TNI, hingga imigrasi, untuk ikut serta dalam menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh wisatawan yang datang.

“Tindak tegas wisatawan yang melanggar aturan pemerintah, termasuk wisatawan asing. Kita ini negara berdaulat, jadi harus melakukannya juga dengan cara yang baik-baik. Kunci semua ini adalah disiplin,” ucap Luhut.

Luhut juga meminta Pemprov Bali dan Kementerian Kesehatan untuk fokus melakukan vaksinasi bagi pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, juga mengusulkan program padat karya pada perbaikan desa dan fasilitas umum di atraksi wisata yang mengutamakan CHSE.

Pemprov Bali juga diharapkan dapat melakukan transisi dari mass tourism ke pariwisata berkualitas.

I Wayan Koster, Gubernur Bali, menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat dalam membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya.

“Kami harap program-program yang telah disiapkan tersebut akan bisa dijalankan dalam waktu dekat,” ujar Wayan.