BerandaNewsBali Dulu, Jakarta dan Surabaya Belakangan

Bali Dulu, Jakarta dan Surabaya Belakangan

Published on

spot_img
spot_img

Meskipun sektor perhotelan di Bali menjadi yang paling terpuruk saat ini, Monica Koesnovagril, Director Advisory Services Colliers International Indonesia, memprediksi bisnis hotel di Bali akan menjadi yang pertama bangkit usai pandemi berakhir. Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat untuk mengajak banyak wisatawan datang.

Ke depannya, Bali akan menjadi alternatif liburan bagi masyarakat Indonesia yang sudah rindu berwisata usai pandemi. Pasalnya, pasar domestik akan mendominasi pariwisata Indonesia di awal-awal pemulihan COVID-19 karena masyarakat masih khawatir jika harus bepergian jauh ke luar negeri.

BACA JUGA:  Rebut Pasar Filipina, Singapura Jalankan Tiga Strategi

“Sudah banyak orang yang bosan di rumah saja sehingga butuh jalan-jalan atau staycation. Jadi, saat pandemi mulai pulih, orang-orang Indonesia yang tadinya suka pergi ke luar negeri, lebih memilih melakukan perjalanan domestik. Saya lihat, Bali akan banyak dilihat karena buat ke sana itu aksesnya masih mudah dan lebih aman,” jelasnya lagi.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, mengatakan, waktu pemulihan bisnis hotel di Indonesia sangat tergantung dari karakteristik masing-masing daerah.

BACA JUGA:  Turis Cina Mulai Melirik Asia Tenggara

“Jakarta dan Surabaya terkenal sebagai hotel bisnis, jadi bisnis hotel tergantung dari aktivitas instansi pemerintah dan swasta. Meskipun di Bali juga ada kegiatan korporasi, tetapi yang lebih diunggulkan pariwisatanya,” ungkap Ferry.

Oleh karena itu, Ferry melihat pemerintah akan lebih dulu memulihkan pariwisata di Bali pasca-pandemi. Jika pariwisata pulih, bisnis hotel di Bali juga akan terbantu karena dapat menyediakan akomodasi bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

BACA JUGA:  Penerbangan Menjadi Unsur Terpenting Pemulihan Pariwisata

“Jadi, ada korelasi yang besar dengan jumlah kedatangan turis ke Bali dengan tingkat hunian hotel di sana. Berbeda dengan hotel di Jakarta dan Surabaya yang masih bergantung terhadap aktivitas meeting pemerintahan dan swasta. Mereka masih harus menunggu kapan pemerintah mulai aktif dan belanja lagi untuk membantu pengelola hotel,” ucapnya lagi.

spot_img
spot_img

SIPFest 2026 Hadirkan Seni Pertunjukan Asia Melalui Asiaria

Jakarta, Venuemagz.com - Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali digelar pada tanggal 1 hingga...

High Tea Bertema Winnie The Pooh di SKAI Swissotel The Stamford

Singapura, Venuemagz.com -- Hingga 31 Agustus 2026, SKAI di Swissotel The Stamford mempersembahkan pengalaman...

Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan...

Meriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Hotel Santika Banyuwangi Usung Semangat Pejuang Blambangan

Banyuwangi, Venuemagz.com – Dalam kemeriahan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026,  Hotel Santika Banyuwangi ikut...

SIPFest 2026 Hadirkan Seni Pertunjukan Asia Melalui Asiaria

Jakarta, Venuemagz.com - Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali digelar pada tanggal 1 hingga...

High Tea Bertema Winnie The Pooh di SKAI Swissotel The Stamford

Singapura, Venuemagz.com -- Hingga 31 Agustus 2026, SKAI di Swissotel The Stamford mempersembahkan pengalaman...

Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan...