BerandaNewsBali Dulu, Jakarta dan Surabaya Belakangan

Bali Dulu, Jakarta dan Surabaya Belakangan

Published on

spot_img

Meskipun sektor perhotelan di Bali menjadi yang paling terpuruk saat ini, Monica Koesnovagril, Director Advisory Services Colliers International Indonesia, memprediksi bisnis hotel di Bali akan menjadi yang pertama bangkit usai pandemi berakhir. Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat untuk mengajak banyak wisatawan datang.

Ke depannya, Bali akan menjadi alternatif liburan bagi masyarakat Indonesia yang sudah rindu berwisata usai pandemi. Pasalnya, pasar domestik akan mendominasi pariwisata Indonesia di awal-awal pemulihan COVID-19 karena masyarakat masih khawatir jika harus bepergian jauh ke luar negeri.

BACA JUGA:  Ramaikan Harbolnas 12.12, RedDoorz Tawarkan Kamar Mulai dari Rp 120.000

“Sudah banyak orang yang bosan di rumah saja sehingga butuh jalan-jalan atau staycation. Jadi, saat pandemi mulai pulih, orang-orang Indonesia yang tadinya suka pergi ke luar negeri, lebih memilih melakukan perjalanan domestik. Saya lihat, Bali akan banyak dilihat karena buat ke sana itu aksesnya masih mudah dan lebih aman,” jelasnya lagi.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, mengatakan, waktu pemulihan bisnis hotel di Indonesia sangat tergantung dari karakteristik masing-masing daerah.

BACA JUGA:  Pan Pacific Hotels Group Menjadi Grup Perhotelan Pertama di Oseania yang Meraih Sertifikat GSTC

“Jakarta dan Surabaya terkenal sebagai hotel bisnis, jadi bisnis hotel tergantung dari aktivitas instansi pemerintah dan swasta. Meskipun di Bali juga ada kegiatan korporasi, tetapi yang lebih diunggulkan pariwisatanya,” ungkap Ferry.

Oleh karena itu, Ferry melihat pemerintah akan lebih dulu memulihkan pariwisata di Bali pasca-pandemi. Jika pariwisata pulih, bisnis hotel di Bali juga akan terbantu karena dapat menyediakan akomodasi bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gandeng PHRI Garut Untuk Mempercepat Program Vaksinasi COVID-19

“Jadi, ada korelasi yang besar dengan jumlah kedatangan turis ke Bali dengan tingkat hunian hotel di sana. Berbeda dengan hotel di Jakarta dan Surabaya yang masih bergantung terhadap aktivitas meeting pemerintahan dan swasta. Mereka masih harus menunggu kapan pemerintah mulai aktif dan belanja lagi untuk membantu pengelola hotel,” ucapnya lagi.

Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif di Tengah Isu Geopolitik

Jakarta, Venuemagz.com - Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki...

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siapkan Layanan Shuttle di Jakarta dan Bandung

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 sudah di depan...

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk Epson International Pano Awards ke-17, sebuah kompetisi terbesar di...

Pesawat Scoot Kembali Mendarat ke Belitung, Tandai Kebangkitan Pariwisata KEK Tanjung Kelayang

Belitung, Venuemagz.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang mulai mengepakan sayapnya sebagai salah...

Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Positif di Tengah Isu Geopolitik

Jakarta, Venuemagz.com - Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki...

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Siapkan Layanan Shuttle di Jakarta dan Bandung

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 sudah di depan...

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk Epson International Pano Awards ke-17, sebuah kompetisi terbesar di...