Promosi Danau Toba untuk Gaet Turis Yogyakarta

Monday, 10 September 18 Harry Purnama
Danau Toba

Kementerian Pariwisata mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba melalui kegiatan sales mission yang diadakan di Hartono Mall dan Hotel Marriot, Yogyakarta pada 7-9 September 2018. Acara ini sebagai bentuk promosi Danau Toba di Yogyakarta untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan ini diisi antara lain dengan table top yang diikuti 25 seller industri dari Sumatera Utara dengan 71 buyers dari Yogyakarta, direct selling dengan 25 seller berjumlah 25 industri dari Sumatera Utara, talk show, seminar, dan demo masak makanan khas Sumatera Utara.

“Danau Toba merupakan salah satu destinasi utama Indonesia yang berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Targetnya, pada 2019 ada 1 juta wisman yang berkunjung ke Danau Toba. Sejauh ini, wisman yang datang ke Danau Toba yakni wisman asal Malaysia, Singapura, Belanda, Prancis, Australia, Amerika. Sementara, untuk wisnus yang datang ke Danau Toba kebanyakan berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa dan beberapa wilayah di Sumatera,” ujar Masruroh, Asdep Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata.

Masruroh mengatakan, Yogyakarta terpilih sebagai salah satu wilayah promosi karena merupakan salah satu kota besar yang memiliki kantong kunjungan wisman yang cukup banyak. Citra kota Yogyakarta sebagai kota yang memiliki warisan budaya lokal dan bisa menjadi tempat bertemunya beragam kebudayaan di Indonesia. Profil inilah yang dianggap cocok sehingga Yogyakarta terpilih sebagai lokasi tepat penyelenggaraan sales mission. Selain Yogyakarta, sales mission Danau Toba juga akan dilaksanakan di Surabaya, Semarang, Bandung, dan Jakarta serta Singapura dan Thailand.

Imam Pratanadi, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, mengatakan, sales mission bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk membangun networking yang kuat. Hal ini diperlukan mengingat sebentar lagi Yogyakarta akan memiliki bandara internasional yang akan menjadi pintu masuk kedatangan wisman. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada promosi Joglosemar dan daerah lain seperti Danau Toba.

“Sesama industri pariwisata harus bisa saling bekerja sama karena setiap daerah punya kekhasannya masing-masing. Hal ini bisa dikerjasamakan misalnya dengan membuat paket wisata. Misalnya, Yogyakarta punya Gunung Merapi, sementara Sumatera Utara punya Danau Toba. Ini bisa disatukan,” kata Imam.

Imam menjelaskan, Yogyakarta merupakan kota kedua terbanyak yang dikunjungi wisatawan setelah Bali. Kali ini, promosi dilakukan untuk Danau Toba, tapi kedua pihak tetap bekerja sama dalam hal promosi pariwisata. Kegiatan sinergi ini akan terus berproses, bentuk kerja sama akan terasa dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun ke depan terutama jika bandara internasional sudah aktif.

Potensi pariwisata di Danau Toba yang dipasarkan antara lain atraksi alam Danau Toba, Pulau Samosir, danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); atraksi budaya seperti Tari Sigale-gale, menenun ulos, rumah Bolon, kebudayaan Tobayang, kampung Siallagan, serta Desa Suhi Suhi; dan atraksi buatan seperti pemancingan, atraksi gajah di KHDTK (kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) hutan pinus, Taman Eden 100, dan lain-lain.