“Pada Piala Esports pertama di tahun 2019, kami masih memberikan dukungan dana. Namun, tahun ini tidak perlu lagi karena turnamen sudah bisa berjalan secara mandiri. Ini adalah pertanda bahwa turnamen e-sports punya pasar dan potensi ekonomi yang cukup besar,” ujar Gatot S. Dewa Broto.
Wishnutama menambahkan, event turnamen e-sports berpotensi menambah penghasilan devisa negara selain dari wisata konvensional. Namun, ia berpesan agar penyelenggara bersungguh-sungguh dalam mengadakan event.
“Berbeda dengan turnamen lainnya yang menjual keindahan alam, untuk e-sports yang dijual adalah penyelenggaraan event dan pengalaman sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung,” ujar Wishnutama Kusubandio.
Ia juga mendorong para pelaku industri e-sports untuk semakin giat mengadakan event berskala internasional di Indonesia.
“Semakin banyak event, maka semakin terkenal juga daya tarik Tanah Air sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia,” ujar Wishnutama.






