Minat korporat mengadakan program incentive travel ke Raja Ampat mulai tumbuh. Dari jumlah wisatawan yang bertandang ke Raja Ampat, sekitar 10-15 persen merupakan grup incentive trip.
“Gambaran secara umum, sekitar 10-15 persen merupakan incentive group. Mayoritas perusahaan lokal dari Jakarta,” kata Yulius Ricky Soeharto Ketua DPD ASITA Papua Barat Daya.
Ricky juga mengaku, perusahaannya banyak menangani permintaan program incentive travel, dan bisa dibilang merupakan target market utamanya. “Kebetulan market saya ke incentive travel, sekitar 30-40 persen itu incentive travel,” katanya.
Berdasarkan pengalamannya, rerata program incentive travel yang ditanganinya diikuti 20 orang per grup. Program utama adalah living on board (LOB) selama beberapa hari, dan mengunjungi beberapa destinasi di Raja Ampat semisal Wayag, Pianemo, dan Telaga Bintang.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat, jumlah kunjungan wisatawan pada 2024 mencapai 33.277 orang, yang terdiri dari 24.934 wisatawan mancanegara, dan sisanya 8.343 wisatawan domestik.
Tahun 2025, berdasarkan data sementara, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 38 ribu turis. “Sementara datanya 38 ribu, tapi saya yakin akan lebih dari itu,” kata Ricky.





