Sandiaga Uno: Tahun 2021 Jadi Tahun Kebangkitan Pariwisata

Friday, 29 January 21 Bonita Ningsih
Menparekraf Sandiaga Uno

Awal tahun 2021 menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan berbagai aspek dalam memajukan perekonomian Indonesia. Oleh sebabnya, Media Group News Summit 2021 hadir untuk menemukan solusi terbaik bagi Indonesia dengan berbagai industri di dalamnya.

Media Group News Summit 2021 diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 27-28 Januari 2021, secara hybrid). Berbagai bahasan telah dilakukan selama dua hari ini dengan tema yang berbeda-beda. Salah satu tema yang dibahas di akhir acara ialah “Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry”.

Berbagai pembicara hadir dalam diskusi ini, seperti perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dan juga para ahli. Diharapkan, seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini mampu berkolaborasi dengan baik untuk memulihkan industri pariwisata Indonesia. Pasalnya, pariwisata menjadi salah satu industri penting di Indonesia karena mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi negara.

BACA JUGA:   Table Top ICMITM 2015 Dihadiri 40% Buyer Perusahaan Multinasional

“Ini akan menjadi sebuah forum temu data, informasi, kebijakan, dan juga temu fakta karena menggabungkan semua elemen di dalamnya. Pemerintah dengan kebijakannya menyediakan infrastruktur dan juga pelaku wisata yang berjuang di lapangan,” kata Don Bosco Selamun, moderator acara dan juga Presiden Direktur Metro TV.

Salah satu pembicara yang hadir dalam acara ini ialah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Sebagai Menparekraf terbaru, Sandiaga mengungkapkan tahun 2021 akan menjadi waktu yang tepat bagi industri pariwisata untuk bangkit kembali.

“Tahun 2020 kemarin menjadi tahun survival, maka tahun ini kita masuk ke tahap revival. Sudah waktunya kita masuk tahap kebangkitan dan pemulihan yang tentunya dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Sandiaga.

BACA JUGA:   Dana Bantuan Penanganan COVID-19 Bertambah

Langkah hati-hati yang dimaksud ialah dengan memerhatikan kondisi kesehatan saat membuat sebuah program. Menurutnya, faktor kesehatan menjadi yang utama dalam menentukan program-program pemulihan pariwisata Indonesia.

“Mustahil bagi industri ini untuk revival kalau faktor kesehatannya diabaikan atau tidak diatasi.  Makanya, yang utama akan kita lakukan adalah membantu pemerintah untuk mengurangi angka kasus penularan COVID-19 selama 3 hingga 6 bulan mendatang,” ucap Sandiaga.

Berbagai program yang akan disiapkan oleh Sandiaga dikemas secara baik melalui sebutan Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Pekerjaan). Dengan ketiga langkah tersebut, diharapkan dapat memperbaiki kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif yang di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 75 persen.

BACA JUGA:   Menparekraf Ingin Jadikan Destinasi Wisata Sebagai Sentra Vaksinasi

“Di tahun 2020, wisatawan nusantara kita juga turun hampir 30 persen. Kemudian 1,42 juta lapangan kerja parekraf juga terdampak pandemi, makanya kita harus melawan badai ini dan menjemput peluang yang ada,” Sandiaga menambahkan.

Melalui ketiga program tersebut, Sandiaga berharap dapat memperbaiki nasib industri pariwisata dan ekonomi kreatif melalui persediaan lapangan pekerjaan. Di tahun ini, Sandiaga menargetkan untuk menaikkan 3-4 persen lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan juga 2-3 persen untuk ekonomi kreatif.