BerandaNewsSanksi Sosial Diperlukan Saat Membuka Kembali Pariwisata

Sanksi Sosial Diperlukan Saat Membuka Kembali Pariwisata

Published on

spot_img
spot_img

Pembukaan kembali pariwisata di masa pandemi memang harus dilakukan secara hati-hati. Perlunya kesadaran yang tinggi bagi pelaku dan penikmat pariwisata untuk dapat menjalankan protokol kesehatan, kebersihan, dan keamanan yang telah dianjurkan pemerintah setempat.

Dalam hal ini, pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu bekerja sama untuk melakukan penyadaran publik terhadap pelaksanaan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE). Pemerintah daerah juga harus berkontribusi dalam mengelola destinasi pariwisata untuk meyakinkan tempat tersebut aman dari penyebaran virus COVID-19.

BACA JUGA:  Gledex Logistik Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Kegiatan CSR

Tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap CHSE dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan sebuah daerah dalam melakukan mitigasi dan mengurangi dampak dari pandemi COVID-19 di industri pariwisata.

Frans Teguh, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, pentingnya kesadaran yang tinggi terhadap CHSE lantaran dapat mengurangi dampak penyebaran COVID-19. Apalagi, menurutnya, pandemi ini tidak akan bisa berakhir jika tidak ada mitigasi yang serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat, hingga para wisatawan.

BACA JUGA:  Konser Kahitna dan Aldi Taher Meriahkan Satu Dekade Buttonscarves

“Jangan sampai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini akan menjadi cluster baru munculnya COVID-19 jika bisnisnya sudah kembali dibuka. Kita juga berharap agar tidak ada gelombang kedua pandemi COVID-19 di Indonesia,” kata Frans.

Oleh karenanya, diperlukan berbagai strategi agar pariwisata Indonesia dapat berjalan dengan baik tanpa harus menimbulkan dampak negatif saat pandemi. Dalam hal ini, Frans memberikan beberapa strategi kepada para pelaku pariwisata saat menjalankan bisnisnya di tengah pandemi.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Siapkan Tiga Side Event Menjelang HUT Republik Indonesia

Langkah pertama ialah mengelola dan mengatur kerumunan saat berada di sebuah tempat berhubungan pariwisata. Mengatur jumlah pengunjung yang datang harus menjadi perhatian khusus agar terhindar dari kerumunan.

spot_img
spot_img
spot_img

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...

Promo Spesial Meeting, Wedding, dan Social Event di Atria Hotel Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com – Memasuki pertengahan tahun, Atria Hotel Gading Serpong menghadirkan Atria Midyear Exclusive...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...