Solidaritas Wabah Dampak Corona, Kemendagri Pindah Rakornas ke Bali

Friday, 28 February 20 Nila Sofianty

Menyusul arahan Presiden Joko Widodo untuk menggelar event MICE di Bali sebagai langkah praktis membantu menyelamatkan sejumlah destinasi pariwisata terdampak wabah virus corona, Kementerian Dalam Negeri akhirnya memindahkan Rakornasnya dari Jakarta ke Bali, tepatnya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

“Ini adalah bagian dari solidaritas kami, yang awalnya acara ini direncanakan di Jakarta, hari ini digelar di Bali. Ini menjadi langkah kami membantu menyelamatkan sejumlah daerah destinasi wisata, termasuk Bali, yang terdampak wabah virus corona,” ujar Prof. DR. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., Menteri Dalam Negeri RI.

“Perintah Bapak Presiden tak hanya untuk kementerian dan lembaga pemerintah di pusat, tetapi lebih luas lagi di semua provinsi dalam tiga bulan ke depan disarankan digelar di sejumlah daerah wisata yang terdampak,” ujar Tito Karnavian.

Acara tersebut, kata Tito, dihadiri sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari pejabat KPU, Bawaslu, sekretaris daerah, dan kejaksaan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Jika masing-masing membawa keluarga, lanjut Tito, ada sekitar 6.000 orang yang berkunjung ke Bali.

Tito berharap langkah Kemendagri ini bisa diikuti kementerian/lembaga lain dengan mengadakan acara di sejumlah daerah wisata selama kurang lebih tiga bulan ke depan. Apalagi, pemerintah sudah memberi insentif pariwisata seperti diskon penerbangan.

“Selain diberikan insentif oleh pemerintah, maskapai penerbangan juga diperintahkan untuk menuju daerah wisata, yang akan diberikan subsidi dan diskon,” kata Tito.

Di kesempatan yang sama Gubernur Bali I Wayan Koster juga mengakui bahwa event Kemendagri ini  menjadi event MICE pertama di Bali berskala massal menyusul kondisi pariwisata Bali yang sejak awal Januari 2020 lalu merosot akibat wabah virus Corona.

Wayan Koster menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan rapat koordinasi di Bali, di tengah melesunya pariwisata Bali sebagai dampak dari virus Corona. Dengan adanya kasus Corona, Bali berpotensi kehilangan kunjungan wisatawan, khususnya dari Cina.

Dengan penurunan jumlah kunjungan, daerah yang paling merasakan dampaknya adalah Badung, Denpasar, Gianyar, dan Klungkung. Hal itu tentunya akan berpengaruh pada pendapatan PHR yang berpengaruh pada PAD. Untuk itu, Wayan Koster berharap agar ke depannya semakin banyak lagi kegiatan MICE dari kementerian maupun lembaga lainnya yang diselenggarakan di Bali sehingga memberi dampak positif bagi pariwisata serta pergerakan ekonomi Bali.