Kembangkan Pariwisata Indonesia dengan Turis Berkualitas

Sunday, 01 March 20 Bonita Ningsih

Sektor pariwisata yang menjadi salah satu penyumbang devisa negara terus menjadi perhatian. Tidak hanya dari pemerintah, perhatian ini juga diberikan oleh seluruh pelaku usaha sektor pariwisata yang ada di Indonesia.

Salah satu hal yang menjadi perhatian terbesar saat ini ialah bagaimana mengembangkan pariwisata Indonesia dalam menghadirkan turis berkualitas atau quality tourist. Untuk menjawab tantangan tersebut, MarkPlus Tourism menggelar forum khusus yang dihadiri oleh pemerintah terkait dan stakeholder pariwisata.

Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. dan MarkPlus Tourism, menjelaskan, forum ini sebagai salah satu media untuk membantu pemerintah dalam menghadirkan kebijakan terkait quality tourist. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas pariwisata dari sisi pengunjung, baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Bicara quality tourist berarti berbicara juga terkait quality destination. Namun, keduanya juga dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh infrastruktur yang memadai,” kata Hermawan.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani. Menurutnya, quality tourist sangat erat hubungannya dengan quality destination. Quality tourist memiliki pengeluaran yang tinggi ketika berwisata sehingga mereka akan memilih untuk mendatangi destinasi yang sudah memiliki kualitas terbaik di dalamnya.

“Artinya, quality destination ini menjadi sasaran turis dengan ekonomi di atas rata-rata. Destinasinya lebih spesifik dan sifatnya tidak massal," kata Haryadi dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Indonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka, Jakarta.

Haryadi menilai pariwisata yang memang dikhususkan oleh segmen pasar kelas premium ini sebenarnya sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, pemerintah Indonesia saat ini fokus terhadap pengembangan pariwisata bersifat massal untuk menghadirkan jumlah wisatawan dalam jumlah banyak, khususnya mancanegara.

Menurutnya, modal Indonesia untuk menarik turis kelas premium sudah ada karena didukung oleh kekayaan alam dan budaya yang dimiliki negeri ini. Sebut saja wisata bahari atau wisata berbasis laut, keberadaan ecotourism seperti taman nasional hingga kekayaan budaya.

Halaman : 123

Sektor pariwisata yang menjadi salah satu penyumbang devisa negara terus menjadi perhatian. Tidak hanya dari pemerintah, perhatian ini juga diberikan oleh seluruh pelaku usaha sektor pariwisata yang ada di Indonesia.

Salah satu hal yang menjadi perhatian terbesar saat ini ialah bagaimana mengembangkan pariwisata Indonesia dalam menghadirkan turis berkualitas atau quality tourist. Untuk menjawab tantangan tersebut, MarkPlus Tourism menggelar forum khusus yang dihadiri oleh pemerintah terkait dan stakeholder pariwisata.

Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. dan MarkPlus Tourism, menjelaskan, forum ini sebagai salah satu media untuk membantu pemerintah dalam menghadirkan kebijakan terkait quality tourist. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas pariwisata dari sisi pengunjung, baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman).

BACA JUGA:   Ini Kata Promotor Terkait Wacana Larangan Rokok Sebagai Sponsor Acara Musik

“Bicara quality tourist berarti berbicara juga terkait quality destination. Namun, keduanya juga dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh infrastruktur yang memadai,” kata Hermawan.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani. Menurutnya, quality tourist sangat erat hubungannya dengan quality destination. Quality tourist memiliki pengeluaran yang tinggi ketika berwisata sehingga mereka akan memilih untuk mendatangi destinasi yang sudah memiliki kualitas terbaik di dalamnya.

BACA JUGA:   Taman Hiburan Di Dubai Menghasilkan $5 Miliar Pada 2020

“Artinya, quality destination ini menjadi sasaran turis dengan ekonomi di atas rata-rata. Destinasinya lebih spesifik dan sifatnya tidak massal,” kata Haryadi dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Indonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka, Jakarta.

Haryadi menilai pariwisata yang memang dikhususkan oleh segmen pasar kelas premium ini sebenarnya sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, pemerintah Indonesia saat ini fokus terhadap pengembangan pariwisata bersifat massal untuk menghadirkan jumlah wisatawan dalam jumlah banyak, khususnya mancanegara.

BACA JUGA:   Indonesia Daftarkan Dua Geopark Baru ke UNESCO

Menurutnya, modal Indonesia untuk menarik turis kelas premium sudah ada karena didukung oleh kekayaan alam dan budaya yang dimiliki negeri ini. Sebut saja wisata bahari atau wisata berbasis laut, keberadaan ecotourism seperti taman nasional hingga kekayaan budaya.