Strategi Mendasar untuk Datangkan Wisman Kembali

Monday, 04 May 20 Herry Drajat
Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta

Dalam mengundang kembali wisatawan mancanegara datang ke Indonesia begitu pandemi COVID-19 usai, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menerapkan strategi mendasar di bidang pariwisata, seperti konektivitas, kebersihan, dan keselamatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam acara Bincang-Bincang ASITA yang berlangsung pada 2 Mei 2020 secara daring. Menurut Wishnutama, strategi ini akan dijalankan di lima destinasi super-prioritas dan beberapa pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia, seperti Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

Langkah selanjutnya dalam mendatangkan wisman adalah dengan meningkatkan seat capacity penerbangan menuju Indonesia. Sebagai perbandingan, seat capacity Thailand adalah 55 juta per tahun, Malaysia 40 juta, sementara ke Indonesia hanya 25 juta per tahun. Sementara Passenger Load factor (PLF) pesawat Indonesia adalah sebesar 76 persen, yang mana termasuk tinggi di atas rata-rata.

Dengan PLF sebesar 76 persen dan seat capacity 26 juta, diperoleh angka sekitar 19 juta seat yang masuk ke Indonesia. Jika dari total seat tersebut sebanyak 5,5 juta dipakai oleh penumpang Indonesia sendiri, artinya hanya 13,5 juta wisman yang merupakan angka real dari luar negeri.

“Kalau dari angka 13,5 juta kita mau tingkatkan menjadi 16 juta misalnya dan kita mau target pada quality tourism, satu-satunya cara adalah melalui penerbangan. Inilah basic yang sedang kami persiapkan ke depan, yang walaupun ada wabah pandemi COVID-19 tetap kita persiapkan,” jelas Wishnutama.

“Saya yakin kalau seat capacity bisa sama dengan Malaysia, yaitu 40 juta, jumlah wisatawan kita lebih banyak dibanding Malaysia,” ujarnya.