BerandaNewsSukamdani: SDM Masih Menjadi Masalah Utama Industri Perhotelan

Sukamdani: SDM Masih Menjadi Masalah Utama Industri Perhotelan

Published on

spot_img

Minimnya SDM profesional masih menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi industri perhotelan. Hal itu diungkapkan oleh Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dalam acara konferensi pers The Hotel Week Indonesia. Menurut Hariyadi, selain SDM pariwisata kebanyakan hanya lulusan D3 atau D4, mereka juga harus memiliki banyak sertifikasi untuk mengisi posisi-posisi tertentu.

“Di sektor pariwisata sampai saat ini bagus penyerapan tenaga kerjanya. Yang menjadi masalah adalah mencari tenaga ahli yang terbaik. Pertumbuhan cepat, akhirnya yang belum siap diambil. Ini menjadi perhatian bagi kami,” ujar Hariyadi.

BACA JUGA:  Tiga Risiko Menyelenggarakan MICE di Masa Pandemi

“Jadi, kita harus mempunyai standar minimum. Bila kita tidak melakukan hal tersebut, tentunya tidak akan diterima di perhotelan,” ujar Hariyadi.

Hariyadi mencontohkan, untuk posisi general manager saja minimal harus mempunyai 54 sertifikasi. Sementara, orang yang baru mulai bekerja minimal memiliki antara 5-10 sertifikasi di industri hospitality.

“Kalau SDM Indonesia memiliki sertifikasi di industri perhotelan akan memengaruhi harga kamar. Kalau di Bali, rata-rata harga kamarnya sekitar US$300 untuk bintang 5, sedangkan di Jakarta sekitar US$100-150,” kata Alexander Nayoan, Kepala Jakarta Hotel Association.

BACA JUGA:  Turis Golf India Inginkan Bebas Visa Dan Penerbangan Langsung

Alexander mengatakan, apabila dilakukan secara tepat dan benar sama dengan negara-negara lain, tenaga kerja Indonesia mudah mendapatkan pekerjaan di luar negeri. “Dengan sertifikasi tersebut, biasanya lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ujar Alexander.

Didien Junaedy, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, mengatakan, di dunia pariwisata, hal pertama yang harus disiapkan adalah SDM profesionalnya, setelahnya baru infrastruktur dan lain-lain. Untuk industri perhotelan, SDM-nya bisa melalui pendidikan vokasi.

BACA JUGA:  Bappenas: MICE Harus Digarap Maksimal

“Akademi vokasi ini dilakukan 30 persen belajar di kampus dan 70 persen belajar di industri sehingga apabila memiliki sertifikasi di industri nantinya mereka akan jauh lebih siap bersaing,” ujar Didien.

Archipelago Hotels Rayakan Hari Dokter Nasional dengan Doctors Appreciation Discount

Jakarta, Venuemagz.com – Dedikasi seorang dokter tidak berhenti pada keahlian medis, tetapi juga tercermin...

Pergeseran Tren Liburan Wisatawan Indonesia: Tak Lagi Cari Murah, Tapi Kualitas 

Jakarta, Venuemagz.com - Wisatawan Indonesia kini memiliki cara baru untuk menikmati perjalanannya. Tak lagi...

Jelajah Wastra Asia Tenggara hingga Kebaya di Pameran Waves of Weave 

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berkolaborasi dengan Jakarta Fashion Week (JFW) Indonesian...

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta Padukan Seni Peranakan dan  Gaya Hidup Urban 

Jakarta, Venuemagz.com - ARTOTEL Harmoni Jakarta sukses menggelar grand launching pada tanggal 23 Oktober...