Top 10 Program Prioritas Pengembangan Wisata MICE

Monday, 26 November 18 Harry Purnama
Wisata MICE

Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Rapat Koordinasi MICE pada 21 November 2018 bertempat di ruang Merak Jakarta Convention Center.

Mengangkat tema “Mereposisi MICE dalam Pariwisata Indonesia untuk Mendulang Peluang Wisatawan Berkualitas”, rapat koordinasi ini bertujuan untuk mereposisi MICE dalam kepariwisataan nasional yang ditunjukkan melalui potensi data-data, kontribusi, dan dampak ekonomi dari suatu kegiatan MICE. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyajikan fakta dan peranan Indonesia dalam perkembangan MICE di ASEAN, baik dari segi sumber daya manusia maupun dari segi pelaksanaan event MICE skala internasional.

Adapun output dari pelaksanaan rakor MICE ini adalah tercapainya penyamaan persepsi stakeholders MICE terkait kontribusi MICE di sektor pariwisata, tercapainya potensi kerja sama dengan berbagai pihak yang menjadi sumber data MICE yang bisa diandalkan, serta tergeraknya motivasi industri MICE untuk secara bersama-sama mendorong percepatan Indonesia sebagai destinasi MICE yang kompetitif.

Anang Sutono, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan, pada tahun depan, dari target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara, 2 juta di antaranya adalah turis MICE.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah menetapkan Top 3 dan Top 10 Program Prioritas Pengembangan Wisata MICE, yakni:

  1. Peningkatan jumlah event dan peringkat Indonesia.
  2. Melakukan pendataan MICE yang akurat dengan membangun sistem digitalisasi data.
  3. Meningkatkan aksesibilitas.
  4. Melakukan ambassador program.
  5. Meningkatkan dukungan untuk bidding event MICE internasional.
  6. Membawa international trade show bidang MICE yang sudah dikenal dunia ke Indonesia.
  7. Menyelenggarakan international trade show yang dirancang dan diprakarsai oleh Indonesia.
  8. Menambah keanggotaan asosiasi internasional.
  9. Meningkatkan daya saing destinasi MICE Indonesia.
  10. Kerja sama dan penguatan pentahelix pariwisata dan MICE.

“Kalau industri MICE berkembang cepat, ikutannya (trickle down effect) juga akan luas dan banyak. Karena itu, harus ada percepatan, sebab industri MICE bisa berkembang cepat, tapi tidak bisa berkembang dengan sendirinya,” ujar Anang.