BerandaNewsTuris Cina Mulai Melirik Asia Tenggara

Turis Cina Mulai Melirik Asia Tenggara

Published on

spot_img
spot_img

Ctrip.com International menyorot pentingnya Asia Tenggara dan potensinya terhadap destinasi wisata bagi wisatawan Cina yang tumbuh dengan pesat. Hal itu disampaikan dalam perhelatan ITB Asia 2017 yang berlangsung pada 25-27 Oktober 2017 di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands.

Selama liburan Golden Week di Cina, 46 persen dari 6 juta wisatawan outbound Cina memilih Asia Tenggara sebagai tujuan berlibur mereka. Tren ini diakibatkan oleh proses pengajuan aplikasi yang lebih mudah bagi warga Cina. Namun, meskipun semakin banyak negara yang terbuka bagi wisatawan Cina, jumlah penduduk Cina yang memiliki paspor masih rendah—meskipun hanya tujuh persen jumlahnya, tapi Ctrip.com berharap jumlahnya akan meningkat di masa depan.

BACA JUGA:  Kemenpar Promosi Wisata Bahari Indonesia ke Cina

Berdasarkan data dari Ctrip mengenai pemesanan tiket pesawat dan hotel, destinasi paling populer di Asia Tenggara bagi turis Cina adalah Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam—keeempatnya mengalami peningkatan kunjungan wisatawan Cina sejak tahun 2015.

Pasar domestik Cina juga tumbuh pesat, sejalan dengan meningkatnya daya beli wisatawan. Di kota-kota utama seperti Shanghai dan Beijing, para wisatawan rata-rata mengeluarkan uang US$1.400 per orang. Secara keseluruhan, wisatawan outbound Cina akan mencapai angka 200 juta pada 2020, naik dari 122 juta pada 2016.

BACA JUGA:  Target Pariwisata Tidak Lagi pada Jumlah Kedatangan Wisatawan

Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan domestik dan outbound, Ctrip memperkuat dalam hal kecerdasan buatan, big data, dan kecanggihan hardware agar memberikan pelayanan yang maksimal. Apakah menggunakan teknologi virtual reality (VR) untuk memilih hotel secara daring, check-in menggunakan teknologi pengenal wajah, atau fitur Smart Home dan Smart Keys, para pelanggan Ctrip dapat menikmati beragam kenyamanan dan kebutuhan yang diinginkan selama berlibur.

Ctrip menggunakan 50 terabyte data yang dikumpulkan tiap hari dari 300 juta pengguna untuk menganalisis dan memahami demografi, kebiasaan ketika berwisata, dan keinginan para wisatawan. Sebagai OTA pertama yang menggunakan mesin untuk memprediksi tren berwisata, Ctrip memiliki kemampuan untuk meneliti kebiasaan berbelanja para turis, baik di Ctrip maupun di platform pihak ketiga.

BACA JUGA:  Inilah 4 Strategi Utama Kemenpar Datangkan Wisman

“Pengembangan teknologi modern selalu menjadi kunci penting dari Ctrip dalam memahami industri pariwisata. Kami akan terus berinovasi menggunakan teknologi untuk memberikan pelayanan berwisata yang berkualitas dan memenuhi apa yang diinginkan para pengguna kami,” ujar Jane Sun, CEO Ctrip.

spot_img
spot_img

IBEM Pertemukan 200 Buyer dengan 200 Seller

Jakarta, Venuemagz.com — Indonesia akan menggelar Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, marketplace pertama bagi industri...

SIPFest 2026 Hadirkan Seni Pertunjukan Asia Melalui Asiaria

Jakarta, Venuemagz.com - Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali digelar pada tanggal 1 hingga...

High Tea Bertema Winnie The Pooh di SKAI Swissotel The Stamford

Singapura, Venuemagz.com -- Hingga 31 Agustus 2026, SKAI di Swissotel The Stamford mempersembahkan pengalaman...

Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan...

Kemenpar Promosi Wisata Bahari Indonesia ke Cina

Cina merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Kementerian Pariwisata pun tak...