Turki Berlakukan Jam Malam, Wisatawan Asing Tak Terpengaruh

Saturday, 08 May 21 Bonita Ningsih
Turki

Pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap seluruh negara di dunia, termasuk Turki. Dalam hal ini, pemerintah Turki selalu mengusahakan berbagai tindakan pengamanan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh warganya.

Hal terbaru yang dilakukan pemerintah Turki adalah dengan membatasi jam malam bagi seluruh warganya. Aturan ini secara resmi dikeluarkan oleh Presiden Erdoğan yang berisikan tentang pembatasan dan penutupan tambahan untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Pemberlakuan jam malam di Turki dimulai pada 29 April 2021 mulai pukul 19.00, dan akan berakhir pada pukul 05.00 di tanggal 17 Mei 2021. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa jam malam berlaku pada hari kerja dan juga akhir pekan.

Meskipun telah memberlakukan jam malam, pemerintah Turki memberikan kebebasan bagi wisatawan asing yang melakukan perjalanan singkat ke negaranya. Wisatawan asing diperbolehkan melakukan aktivitas pada malam hari dengan catatan memiliki dan membawa paspor.

BACA JUGA:   Target 12 Juta Wisman Pada 2016

Selama masa pembatasan, transportasi umum masih diperkenankan untuk beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dari kondisi normal. Museum-museum besar dan situs bersejarah juga masih tetap dibuka untuk mengakomodir wisatawan asing selama lockdown. Terdapat sembilan kota yang akan membuka wisata bersejarah tersebut, di antaranya Istanbul, Antalya, Mugla, dan Nevsehir (Cappadocia).

Fasilitas akomodasi juga akan terus melayani pelanggannya, termasuk pelayanan restoran di dalam hotel. Kebutuhan kuliner seperti restoran dan kafe juga akan tetap beroperasi hanya untuk layanan pengiriman dan dibawa pulang.

Hingga akhir Ramadan tanggal 13 Mei 2021, jam operasional fasilitas kuliner akan dibuat 24 jam hanya untuk layanan pengiriman. Setelah tanggal tersebut, layanan pengiriman hanya berlaku hingga pukul 01.00 saja.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Hadirkan Dua Sentra Vaksinasi di Bandung

Seluruh aturan tersebut dibuat sebagai upaya mendapatkan kepercayaan dari wisatawan lokal maupun internasional. Untuk lebih meningkatkan posisinya sebagai tujuan wisata teraman di dunia, Turki telah melakukan investasi ke dalam Program Sertifikasi Pariwisata Aman. Program tersebut menjadi salah satu contoh pertama dan tersukses di dunia dalam bidang pariwisata.

Program yang diluncurkan pada 1 Januari 2021 menghadirkan sebuah sertifikat “Wisata Aman” kepada para pelaku pariwisata, khususnya akomodasi. Sertifikasi ini wajib dimiliki oleh akomodasi yang menyediakan 30 kamar atau lebih. Hingga saat ini, sudah ada 9.236 fasilitas telah mengantongi sertifikasi tersebut. Turki juga menawarkan fasilitas asuransi tambahan berupa kesehatan dan perjalanan bagi para wisatawan yang datang ke negaranya.

BACA JUGA:   Berburu Tiga Kuliner Langka di Bulan Ramadan

Selanjutnya, Turki meluncurkan program pendaftaran vaksinasi karyawan pariwisata yang berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kesehatan, dan Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata (TGA) Turki. Program ini dilakukan untuk menyambut wisatawan asing pada musim pariwisata yang akan datang.

Vaksinasi ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan pariwisata dan juga penduduk sekitar dari bahaya virus COVID-19. Dalam hal ini, pemerintah Turki menargetkan akan menyelesaikan vaksinasi karyawan pariwisata sebelum awal musim panas 2021.